//
you're reading...
Ekologi Industri, Tek. Pengelolaan Limbah

Pengolahan Limbah 2 – REDUCE

Pembangunan dan Masalah Lingkungan HidupSumber Gambar: Azamul Fadhly Noor

Perkembangan dan laju pertumbuhan manusia semakin meningkat. Akibatnya kebutuhan manusia yang cenderung bersifat antroposentris telah memuci tumbuhnya berbagai jenis industri yang semata-mata hanya menopang kebutuhan manusia.

Pertumbuhan industri yang semakin subur ini terus memacu jumlah pencemaran lingkungan yang disebakan oleh limbah yang dihasilkan oleh setiap industri. Mulai dari industri yang bersifat manufaktur hingga pertanian. Indonesia sebagai salah satu negara agraris sebenarnya bergantung pada kesuburan lahan yang akan di jadikan sebagai bidang tanam untuk para petani. Apa yang terjadi jika tanah yang akan di tanam tercemar?

Sudah pasti sebuah pencemaran yang pada akhirnya menjadi permasalahan lingkungan hidup. Di Indonesia masalah lingkungan hidup berawal keinginan untuk melakukan pembangunan dengan dalil untuk pertumbuhan ekonomi akan tetapi mengabaikan faktor lingkungan. Ironisnya masalah lingkungan terkadang dijadikan penghambat pembangunan.

Apapun itu dan apa masalahnya, langkah awal untuk bisa mengatasi kerusakan lingkungan akibat limbah dengan cara “Reduce” dalam arti mengurangi atau mereduksi limbah yang di keluarkan akibat sebuah proses produksi.

Reduce adalah sebuah tindakan mengurangi limbah dengan cara reuse (guna ulang) atau bisa dengan recycle (daur ulang). Contoh yang sering dikenal menggunakan sistem ini adalah Municipality Solid Waste (MSW) atau sampah perkotaan.

Prinsip reduksi ini memberikan manfaat besar dalam upaya:

  1. Penyelamatan Sumber Daya Alam, limbah yang masuk ke alam memiliki sebuah daur hidup (life cycle) dimana tidak semua bahan dapat terdegradasi di alam terutama dalam tanah. Contohnya sampah plastik, bisa ratusan tahun sampah ini terurai dalam tanah. Berbeda sekali dengan sampah organik yang bisa cepat terurai dalam tanah.
  2. Mengurangi Limbah Beracun, hal ini sangat penting artinya, sebuah tindakan dimana memilih atau menggunakan zat tidak beracun atau memiliki kadar racun yang rendah. Contohnya dengan mengurangi pestisida dalam mengatasi masalah hama pada tumbuhan. Saat ini banyak sekali tanaman organik yang tidak menggunakan pestisida, tetapi memanfaatkan predator serangga dan diversifikasi tanaman pada satu wilayah.
  3. Mengurangi Biaya, dari semua tindakan reduksi harus bisa berdampak kepada pengurangan biaya. Tidak ada artinya melakukan reduksi limbah tetapi disisi lain ongkos produksi semakin mahal bahkan menyebabkan overhead yang semakin besar. Reduksi limbah setidaknya harus berdampak pada efisiensi ekonomis, kegiatan bisnis, sekolah, dan yang terpenting adalah konsumen. Ada tiga kelompok yang harus diperhatikan dalam usaha menikmati hasil dari reduksi limbah;
  • Pertama Komunitas, kominitas disini bisa sebuah kelompok, penduduk, atau oraganisasi yang menerapkan sistem reduksi limbah. Misalnya pembuatan kompos dari sampah rumah tangga dari sebuah komplek perumahan. Limbah tidak langsung sampai ke tempat pembuangan akhir, akan tetapi diolah sehingga komposnya bisa dimanfaatkan untuk penghuni komplek perumahan itu sendiri.
  • Pebisnis, Sangat penting jika sektor bisnis bisa malakukan reduksi limbah dengan biaya yang sangat murah. Saat pengusaha bisa melakukan pengurangan limbah tentunya akan berdampak pada harga pokok penjualan (COGS – cost of good sold) sebuah produk. Misalnya Petani yang juga sebagai pengusaha, mengganti pupuk kimia dengan kompos, tentunya biaya produksi akan jauh lebih murah dibandingkan dengan menggunakan pupuk kimia. Disamping itu kegiatan ini akan mengurangi mencemaran air dan tanah pada lahan yang akan di tanam.
  • Konsumen, Seperti yang sudah saya jelaskan dengan malakukan reduksi limbah konsumen bisa membeli sebuah produk dengan harga murah akibat pertukaran bahan baku yang ramah lingkungan. Tidak hanya itu, keselamatan konsumen terhadap penggunaan produk akan menjadi sebuah jaminan kualitas produk. Contohnya, produk yang menempelkan tanda “ecolebelling” atau jaminan ISO 14000.

Bagaimana dengan Industri di Indonesia? Terutama dengan Industri pertanian di Indonesia? yang notabene bahwa Indonesia sebagai negara agraris. Pencemaran limbah di Indonesia dengan optimis masih bisa terselamatkan dengan sebuah kearifan budaya dalam pengelolaan sumber daya alam. Akan tetapi semua itu akan pupus jika sifat antroposentris masih dominan dalam pengembangan sebuah industri.

Selanjutnya “Recycle”

About these ads

About boymp

Online Buku

Discussion

41 thoughts on “Pengolahan Limbah 2 – REDUCE

  1. Pertama kali yang terpikir dalam benak saya mengenai teknik pengelolaan limbah adalah studi mengenai bagaimana cara kita mengurangi limbah yang ada disekitar lingkungan kita dengan memanfaatkannya kembali, sehingga tidak akan berdampak buruk bagi kelestarian lingkungan sekitar kita. Sebelumnya saya sempat berpikir, bagaimana jika saya memiliki sebuah usaha dibidang industri dimana hasil dari proses produksi itu akan mengeluarkan suatu dampak buruk berupa limbah. Sehingga saya ingin sekali menambah wawasan mengenai usaha pengelolaan limbah.
    Saya memiliki kasus, kurang lebih 2 bulan kemarin saya KKN di purwakarta, tepatnya didesa pasanggrahan kecamatan Bojong. Setelah saya melalukan survei bersama teman-teman diperoleh masalah khususnya dalam masalah sampah. Masyarakat disana tidak memiliki tempat sampah, tempat pembuangan sampah umum pun tidak ada, hal ini dikarenakan tidak adanya petugas dari dinas kebersihan pemerintah daerah yang mengangkutnya. Sehingga mereka membakar sampah-sampah rumah tangga, ada pula yang membuangnya ke sungai. Sedih sekali ketika saya mendengar hal itu, udara desa yang bersih dan sejuk akan tercemari oleh asap-asap dari pembakaran sampah, sungai-sungai akan tercemari oleh sampah yang dibuang begitu saja. Sehingga saya terinspirasi untuk membuatkan program pengolahan sampah dengan menggunakan tong pengolah sampah dengan menggunakan bakteri pengurai, tapi sepengetahuan saya teknologi pengolahan sampah tersebut membutuhkan biaya yang tidak sedikit, selain itu dibutuhkan waktu yang cukup lama. Sehingga saya memutuskan untuk membatalkan program itu. Menurut Bapa adakah solusi lain untuk permasalahan tersebut, selain mengolahnya menjadi pupuk dengan cara tradisional karena masyarakat umumnya sudah mengetahui. Adakah cara yang mudah dan tidak memerlukan biaya banyak? bisakah sampah-sampah itu diolah kembali selain menjadi pupuk. Terima kasih…

    Posted by wida pratiwi | September 12, 2008, 2:32 pm
  2. Pak, kalo pengalaman saya waktu kkn tahun lalu sih, sampah & limbah yang ada disana memang banyak sekali, tetapi permasalahan yang bisa saya tangkap adalah, warga desa di tempat kkn saya tidak peduli sama sekali tentang penanganan sampah. Padahal,tim kkn saya sudah punya program jumat bersih tiap minggu dan sudah disosialisasikan kepada warga, tetapi kenyataan pada saat ‘d’ day, tidak ada satupun warga yang keluar untuk membakar & mengubur sampah.
    Ketika kita tanya alasannya, dengan enteng mereka menjawb bahwa mereka sibuk, padahal…wallahua’lam.
    Walhasil, desa yang sebenarnya indah dan sejuk malah penuh dengan timbunan sampah yang cukup tinggi dan banyak, belum baunya..wah!!
    Kesimpulannya, walaupun kita punya program yang baik dan alat yang canggih, tetap saja semua berpulang kepada manusia yang menjalankannya. Apakah kita sudah peduli dengan diri dan lingkungan kita??
    Terima kasih..

    Posted by Ahmad Ramli A | September 14, 2008, 1:00 pm
  3. Pak saya ingin bertanya bagaimana menurut bapak tentang pemilihan sampah organik dan non organik???
    Yang saya tahu pemilihan sampah organik dan non organik sangat baik tapi apabila diterapkan di masyarakat kurang efektif malahan masyarakat menyatukan sampah sampah tersebut dan langsung dibakar padahal dengan cara membakar selain akan menimbulkan Global Worming juga sayang apabila sampah organik tidak dimanfaatkan untuk penggemburan tanah, seperti contohnya pernah ada di salah satu daerah di bandung pernah diterapkan tentang pemlihan sampah organik dan non organik tapi pada kenyataannya program tersebut kurang direspon oleh masyarakat sehingga program tersebut tidak berjalan sampai sekarang, apa yang menyebabkan hal itu bisa terjadi??
    Apakah salah dari pihak penyuluh yang kurang bisa memberikan penyuluhan atau dari masyarakat yang kurang sadar akan pentingnya pemilihan sampah tersebut???

    Posted by Rina Rosdiana | September 15, 2008, 3:41 pm
  4. Tadinya saya tidak menyangka bisa mengambil mata kuliah yang Bapak bimbing. Mungkin di karenakan nilai IPK saya yang rendah sehingga tidak bisa mengambil mata kuliah banyak-banyak. Tetapi akhirnya saya bisa menambil dan mengikuti mata kuliah yang Bapak pimpin walaupun saya harus melakukan perubahan KRS.
    Bagi saya sangat menarik sekali mengenai mata kuliah teknik pengolahan limbah ini. Memang seiring berkembangnya teknologi maka tak bisa di pungkiri dampak yang diakibatkan oleh perkembangan tersebut.
    Pemerintah telah banyak membahas mengenai pencemaran oleh limbah yang terjadi di negara kita. Namun tetap saja masalah tersebut tidak bisa di selesaikan atau diminimalisir.
    Menurut Bapak langkah apa yang kiranya bisa dilakukan agar pencemaran limbah tidak terjadi begitu besar??
    Penanganan limbah terus digalakan. Namun pada kenyataanya pencemaran yang terjadi tidak pernah terselesaikan. Apakah perlu dilakukannya penyuluhan-penyuluhan agar tingkat pencemaran limbah bisa berkurang??
    Mungkin yang menjadi sumber permasalahan yaitu sejauh mana tingkat kesadaran masyarakat terhadap lingkungan. Apabila penyuluhan tersebut dilakukan, sebaiknya golongan mana yang paling utama mendapatkan penyuluha mengenai pencemaran limbah tersebut??
    Sekia dan terima kasih…
    Wassalam

    Posted by Muhamad Rizal Nursidik | September 15, 2008, 7:59 pm
  5. pak, saya masih bingung dengan cara penggunaan barang kembali (reuse), benda yang seperti apa yang dapat digunakan kembali?bukankah sampah pembungkus makanan merupakan masalah sampah terbesar yang ada?mengapa sampah pembungkus makanan tidak digunakan kembali?seperti sterofoam, masihkah sterofoam digunakan kembali untuk membungkus makanan atau beberapa kali digunakan?kalau tidak apa solusi Bapak untuk bahan pembungkus makanan ini?

    Posted by Lisna Mira Mustika | September 15, 2008, 10:18 pm
  6. Resume Teknik Pengelolaan Limbah Materi 2: Reduce

    Ada tiga cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi limbah yang disebut dengan 3R, yaitu reduce, reuse, dan recycle. Sebenarnya ada beberapa cara lainnya, tetapi tidak umum digunakan.
    Reduce berarti mengurangi kuantitas, kontinuitas, maupun waktu pemakaian suatu barang/sumber daya/bahan kimia berbahaya. Namun tidak hanya mengurangi, tetapi juga memberi solusi/alternatifnya. Misalnya pada kasus bakso yang diberi formalin/borax untuk memperpanjang masa simpannya. Media massa dan aparat yang terkait jangan hanya menghina, melarang dan memojokkan para pedagang bakso tersebut, tetapi harus memberikan solusi agar bakso tersebut dapat bertahan lama tanpa menggunakan formalin ataupun bahan-bahan kimia berbahaya lainnya. Salah satu solusinya adalah dengan menambahkan putih telur ayam kampung kedalam bakso. Namun, untuk saat ini prosesnya belum bisa disebarluaskan karena berhubungan dengan rantai pasok yang belum terpecahkan. Dan bagi pihak yang bersalah, seharusnya mereka mau mengakui kesalahannya dan berintrospeksi seperti produsen susu asal Jepang, Morinaga. Dahulu Morinaga terbukti menyebabkan seorang bayi terlahir cacat. Tetapi perusahaan susu tersebut mau menerima kesalahannya dan berintrospeksi sehingga mampu menjadi produsen susu terkemuka hingga saat ini.
    Keuntungan yang bisa didapat dari usaha reduce antara lain:
    1.Penyelamatan sumber daya alam, khususnya tanah dan air.
    Dengan mengurangi pemakaian SDA, cadangan SDA di muka bumi ini masih tersedia. Saat ini, ketersediaan tanah dan air mengalami masa kritis akibat penggunaan yang terlalu boros.
    2.Mengurngi toksik (racun)
    Reduce tidak hanya mengurangi barang atau bahan secara keseluruhan, tapi bisa juga berarti mengurangi bahan-bahan yang berbahaya jika dikonsumsi.
    3.Mengurangi biaya, pihak yang diuntungkan antara lain:
    -Komunitas
    Misalnya warga suatu kompleks perumahan yang tidak perlu lagi membayar iuran pungutan sampah.
    -Pebinis
    Pebisnis diuntungkan karena dengan menerapkan reduce dapat memangkas biaya produksi.
    Konsumen
    -Konsumen menjadi pihak yang diuntungkan karena jika biaya produksi turun, harga jual pun menjadi turun.Selain itu, jika terjadi pengurangan pemakaian bahan kimia berbahaya, konsumen juga yang diuntungkan.

    Pak, menurut saya selain dengan 3R, zero waste maupun konsep pengelolaan limbah lainnya, dalam penanganan masalah limbah ini perlu adanya dukungan pemerintah dan aparatnya, terutama masyarakat. Misalnya membuat undang-undang pembatasan penggunaan listrik (bukan pemadaman bergilir), undang-undang yang mewajibkan masyarakat membawa 2 kantong plastik/kresek kemanapun agar saat belanja atau melakukan apapun yang memerlukan kantong plastik, mereka tinggal menggunakan keresek yang mereka bawa. Setiap hari seperti itu dengan menggunakan kantong plastik yang sama. Alterntif lainnya adalah dengan mewajibkan supermarket/toko-toko menggunakan kantong kertas daur ulang sebagai pembungkus belanjaan, seperti di luar negeri (jarang menggunakan kantong plastik). Saya lihat salah satu distro di Bandung (lupa namanya) sudah melakukan hal tersebut dan malah menarik minat konsumennya. Menurut Bapak hal-hal tadi dapat diterapkan di Indonesia? Terima kasih sebelumnya…

    Posted by Wulan Indah MS | September 18, 2008, 6:55 am
  7. Resume dari Materi Teknik Pengelolaan Limbah ke-2: Reduce

    Pada dasarnya terdapat 3 prinsip dalam pengelolaan limbah seperti yang telah dibahas pada minggu lalu, yaitu: Reduce (Pengurangan), Reuse (Penggunaan kembali), dan Recycle (Proses daur ulang).
    Reduce merupakan salah satu dari ketiga prinsip pengelolaan limbah tersebut. Dalam hal ini, reduce adalah mengurangi atau mereduksi limbah hasil dari proses produksi. atau Reduce juga dapat berarti tindakan mengurangi limbah dengan cara reuse ataupun recycle.
    Beberapa manfaat yang dapat diambil apabila kita menerapkan prinsip reduce ini adalah sebagai berikut:
    1. Penyelamatan SDA, misalnya mengurangi limbah plastik yang jelas sangat sulit terurai dalam tanah
    2. Pengurangan racun (toksik), misalnya dengan mengurangi pestisida, dan menggunakan predator alami untuk melindungi tanaman pertanian dari serangan hama
    3. Pengurangan biaya, prinsip reduce pada dasarnya harus dapat mengurangi biaya, tidaklah efektif apabila penerapan reduce tidak diikuti dengan penurunan biaya produksi. dalam hal ini, pihak-pihak yang harus diuntungkan antara lain adalah:
    a. Komunitas: kelompok, organisasi, dll
    b. Pebisnis
    c. Konsumen

    Komentar mengenai materi reduce:
    Dari penjelasan mengenai materi reduce, jelas bahwa pengelolaan limbah yang satu ini sangat bermanfaat. oleh karenanya, kita sudah sepatutnya menerapkan prinsip ini dalam kehidupan sehari-hari. Perilaku sederhana dalam proses reduce adalah mengurangi jumlah kantong plastik yang biasa kita gunakan sehari-hari. Plastik bekas barang belanjaan atau lainnya, dapat kita manfaatkan kembali. Dengan demikian, kita sudah turut membantu mengurangi limbah plastik yang sangat sulit terurai.
    Contoh lainnya adalah pada perusahaan susu bayi Morinaga yang pada awalnya sempat diprotes masyarakat karena mengandung bahan-bahan yang dapat membahayakan bayi. Namun, pihak Morinaga kemudian mau bertanggungjawab dan mengganti/mengurangi bahan-bahan berbahaya tersebut, hal ini sesuai dengan prinsip pengurangan racun.
    Berdasarkan data yang ada, limbah plastik di dunia dapat mencapai 10ribu ton setiap detiknya! Bayangkan!
    Dari uraian di atas, maka sangatlah bijak apabila kita mulai menerapkan prinsip reduce dari hal-hal yang kecil terlebih dahulu. Karena bila semua orang berpikiran sama, saya yakin, limbah-limbah yang ada di dunia tentunya tidak akan sebanyak ini.
    Demikian, Terimakasih…

    Posted by Ria Arista | September 18, 2008, 11:41 am
  8. Resume teknik pengolahan limbah materi reduce

    Ada 3 upaya penanggulangan limbah yaitu dengan reduce, reuse dan recycle.
    Reduce adalah mereduksi atau mengurangi limbah yang dihasilkan dari proses produksi.
    Ada 3 manfaat dari reduce ini, antara lain :
    1. Sebagai upaya penyelamatan Sumber daya alam
    Seperti yang kita ketahui sumber daya alam di Indonesia semakin menipis. Sehingga diperlukan suatu upaya penanggulangannya dengan mengurangi limbah tersebut.
    2. untuk mengurangi toxic
    Contohnya dengan menggunakan pupuk organik dalam bidang pertanian. Sehingga akan menjaga kelestarian tanah dari unsur-unsur kimia yang berbahaya.
    3. untuk mengurangi biaya
    contohnya kita tidak usah membayar iuran sampah, sampah-sampah rumah tangga dapat diolah kembali menjadi pupuk. kemudian pupuk tersebut dapat digunakan untuk tanaman, sehingga sampah-sampah tersebut dapat memberikan manfaat setelah diolah kembali.

    Masalah limbah yang masih menjadi kontroversi adalah pembuatan PLTSA di gede bage. Disatu pihak menganggap PLTSA merupakanb alternatif penanggulangan masalah limbah di kota Bandung, tetapi disatu pihak hal tersebut dapat memberikan dampak negatif bagi kesehatan masyarakat disekitar gede bage. Sampah juga mengeluarkan gas beracun yang dapat menyebabkan kecacatan fisik. Sehingga pemerintah harus lebih mempertimbangkan apakah solusi tersebut adalah suatu epmecahan yang terbaik bagai masalah limbah di kota Bandung ini.
    Dengan Reduce juga dapat menanggulangi masalah global warming yang menjadi masalah utama di dunia ini.

    Posted by wida pratiwi | September 18, 2008, 12:24 pm
  9. Resume Kuliah 2 ‘Reduce’

    Reduce adalah cara mengurangi limbah dari segi fisik, kualitas maupun kuantitas dan sebagainya.
    Manfaat reduce dalam kehidupan sehari-hari manusia adalah :
    1. Penyelamatan Sumber Daya Alam
    Jika semua limbah yang digunakan manusia terbuat dari plastik, maka yang terjadi adalah penumpukan sampah plastik dimana-mana, karena limbah plastik tidak dapat teruraikan oleh tanah akibatnya semakin banyaknya sampah dapat mencenari sumber daya alam yang ada di bumi terutama tanah dan air, karena tanah dan air merupakan sumber utama kehidupan di muka bumi ini.
    2. Mengurangi Limbah Beracun
    Dengan cara reduce ini juga dapat mengurangi limbah beracun khususnya di bidang pertanian. Karena kebanyakan petani banyak menggunakan pestisida, dan kita ketahui pula bahwa pestisida merupakan racun yang berbahaya bagi tubuh.
    3. Mengurangi Biaya
    Dengan mengurangi pemakaian limbah, kita dapat pula menghemat biaya.

    1. Pak, yang saya ingin tanyakan selain di daur ulang, apakah ada cara lain untuk dapat menghancurkan limbah plastik?
    2. Seperti yang kita ketahui, penggunaan tanaman organik sangat bagus dan bermanfaat sekali bagi tubuh, dan dapat mengurangi pemakaian pestisida tetapi dengan daya beli masyarakat kita yang kurang, apakah kita masih bisa untuk mengurangi pemakaian biaya?

    Terima kasih

    Posted by Jessi Gianti Putri | September 18, 2008, 4:17 pm
  10. Resume Teknik Pengelolaan Limbah Materi 2: Reduce

    Dalam teknik pengelolaan limbah, ada tiga cara atau tiga langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi limbah yang disebut dengan 3R, yaitu reduce (mengurangi), reuse (menggunakan kembali), dan recycle (mendaur ulang kembali). Sebenarnya ada ada 1 cara lagi yang dapat digunakan yaitu memperoleh kembali komponen-komponen yang bermanfaat dengan proses kimia, fisika, biologi atau yang sering disebut dengan recovery, tetapi tidak umum digunakan. Sehingga teknik pengelolaan limbah dapat dikatakan sebagai 4R (reduce, reuse, recovery, dan recycle).

    Langkah pertama yang dapat dilakukan untuk mengurangi limbah adalah Reduce, berarti mengurangi jumlah pemakaian, kandungannya, kontinuitas, maupun waktu pemakaian suatu barang, sumber daya, ataupun bahan kimia berbahaya yang terkandung di dalamnya. Namun untuk melakukan pengurangan ini, kita tidak hanya mengurangi saja, tetapi juga harus menonjolkan dahulu manfaat dari pengurangan tersebut dan memberi solusi/alternatifnya. Misalnya pada tahun lalu ada kasus bakso yang diberi formalin/borax untuk memperpanjang masa simpannya. Media massa dan aparat yang terkait hanya mengexpose bahwa bahwa banyak bakso yang menggunakan formalin yang berbahaya, melarang dan memojokkan para pedagang bakso tersebut sehingga pendapatan mereka semakin menurun karena masyarakat khawatir bakso yang mereka konsumsi mengandung formalin. Seharusnya pemerintah memberikan solusi agar bakso tersebut dapat bertahan lama tanpa menggunakan formalin ataupun bahan-bahan kimia berbahaya lainnya. Salah satu solusinya adalah dengan menambahkan putih telur ayam kampung kedalam bakso sehingga dapat mengurangi atau bahkan tidak menggunakan formalin lagi. Namun, untuk saat ini prosesnya belum bisa disebarluaskan karena berhubungan dengan rantai pasok yang belum terpecahkan. Dan bagi pihak yang bersalah, seharusnya mereka mau mengakui kesalahannya dan berintrospeksi diri seperti produsen susu yang berasal Jepang yaitu Morinaga. Dahulu Morinaga terbukti menyebabkan seorang bayi terlahir cacat dengan kedua tangan yang pendek. Tetapi perusahaan susu tersebut mau menerima kesalahannya dengan membiayai hidup bayi tersebut dan berintrospeksi diri sehingga mampu menjadi produsen susu terkemuka yang bertahan hingga saat ini.

    Keuntungan yang diperoleh dari langkah Reduce (mengurangi) ini antara lain:
    1.Penyelamatan sumber daya alam
    Khususnya tanah, air, hutan dan lahan. Sampah plastik yang dibuang ke tanah akan sulit diuraikan berbeda dengan sampah organik yang mudah terurai. segala sesuatu yang dibuang ke tanah akan mempengaruhi segala sesuatu yang berada di dalamnya termasuk air. Dengan mengurangi pemakaian air, cadangan air di muka bumi ini masih tersedia. Karena saat ini, ketersediaan tanah dan air mengalami masa kritis akibat penggunaan yang terlalu boros.
    2.Mengurangi toxic (racun)
    Reduce tidak hanya mengurangi barang atau bahan secara keseluruhan, tapi bisa juga berarti mengurangi bahan-bahan yang berbahaya jika dikonsumsi. Peran masyarakat dalam mengurangi penggunaan zat-zat berbahaya sangatlah penting. Misalnya, mengurangi penggunaan dan menggantinya dengan predator serangga atau diversifikasi tanaman, mengurangi penggunaan pupuk kimia dan menggantinya dengan pupuk organik.
    3.Mengurangi biaya, pihak yang diuntungkan antara lain:
    Reduksi limbah setidaknya harus berdampak pada efisiensi ekonomis, kegiatan bisnis, sekolah, dan yang terpenting adalah konsumen. Ada tiga kelompok yang harus diperhatikan dalam usaha menikmati hasil dari reduksi limbah:
    -Komunitas
    Misalnya pembuatan kompos dari sampah rumah tangga dari sebuah komplek perumahan sehingga tidak perlu lagi membayar iuran pungutan sampah atau bahkan kompos tersebut bisa dijual sehingga warga dapat memperoleh tambahan penghasilan.
    -Pebinis
    Pebisnis diuntungkan karena dengan menerapkan reduce dapat memangkas biaya produksi.
    -Konsumen
    Konsumen menjadi pihak yang diuntungkan karena jika biaya produksi turun, harga jual pun menjadi turun. Selain itu, jika terjadi pengurangan pemakaian bahan kimia berbahaya, konsumen juga yang diuntungkan. Tidak hanya itu, keselamatan konsumen terhadap penggunaan produk akan menjadi sebuah jaminan kualitas produk.

    Komentar:
    Upaya reduce atau pengurangan ini sebenarnya tidak sulit untuk dilakukan, tetapi kita sendirilah yang masih enggan untuk melakukannya. Contoh sederhana yang dapat kita lakukan adalah saat kita berbelanja di minimarket, sebenarnya jika kita hanya membeli beberapa barang saja yang dapat dimasukkan ke dalam tas, kita tidak perlu menggunakan kantong plastik yang biasanya diberikan oleh kasir minimarket tersebut atau kita bisa membawa sendiri kantong plastik dari rumah. Saya pernah membeli satu buah permen di minimarket dan diberi kantong plastik, sebenarnya hal tersebut tidak diperlukan dan kita tidak usah malu untuk menolak pemberian kantong plastik tersebut. Orang bijak pernah berkata, “jika kita tidak bisa melakukan sesuatu hal yang besar, lakukanlah dari hal yang kecil terlebih dahulu”. Oleh karena itu, sebaiknya kita melakukan upaya reduce tersebut dari hal yang kecil dahulu.
    Yang pernah saya baca, dalam memperlakukan limbah, baik limbah B3 maupun non B3, kita hendaknya berpegang pada 3R + 1R dan bisa disebut dengan istilah 4R. Salah satunya adalah Recovery, yaitu perolehan kembali komponen-komponen yang bermanfaat dengan proses kimia, fisika, biologi. Yang ingin saya tanyakan adalah:
    1.Apa contoh sederhana penerapan dari langkah Recovery tersebut dan apakah sudah banyak diterapkan di industri-industri dan rumah tangga yang ada di kita? apakah memerlukan teknologi yang canggih?
    2.Kenapa tidak menggunakan istilah 4R saja karena yang sering saya dengar adalah istilah 3R?

    terima kasih…

    Posted by Fendy Nova Pamela | September 20, 2008, 12:03 pm
  11. Resume Kuliah Teknik Pengelolaan Limbah Materi 2: Reduce.

    Pada Teknik Pengelolaan Limbah terdapat metode 3R diantaranya yaitu:
    1. Reduce (mengurangi limbah)/
    2. Reuse (guna ulang).
    3. Recycle (mendaur ulang).
    Pada kuliah kedua materi yang disajikan berupa Reduce. Reduce dapat diartikan sebagai cara mengurangi limbah dari segi fisik, kualitas maupun kuantitas dan sebagainya. Oleh karena itu terdapat
    Manfaat reduce dalam kehidupan sehari-hari manusia yaitu sebagai berikut :
    1. Penyelamatan Sumber Daya Alam
    Bila semua limbah yang digunakan manusia terbuat dari plastik, maka akan terjadi penumpukan sampah plastik dimana-mana, sebab limbah plastik tidak dapat teruraikan oleh tanah, sehingga dengan semakin banyaknya sampah, maka dapat mencemari sumber daya alam yang ada di bumi terutama tanah dan air, karena tanah dan air merupakan sumber utama kehidupan di muka bumi ini.
    2. Mengurangi Limbah Beracun
    Dengan cara reduce ini juga dapat mengurangi limbah beracun khususnya di bidang pertanian. Karena kebanyakan petani banyak menggunakan pestisida, dan kita ketahui pula bahwa pestisida merupakan racun yang berbahaya bagi tubuh.
    3. Mengurangi Biaya
    Dengan mengurangi pemakaian limbah, kita dapat pula menghemat biaya.

    Langkah pertama yang dapat dilakukan untuk mengurangi limbah adalah Reduce, berarti mengurangi jumlah pemakaian, kandungannya, kontinuitas, maupun waktu pemakaian suatu barang, sumber daya, ataupun bahan kimia berbahaya yang terkandung di dalamnya. Namun untuk melakukan pengurangan ini, kita tidak hanya mengurangi saja, tetapi juga harus menonjolkan dahulu manfaat dari pengurangan tersebut dan memberi solusi/alternatifnya. Pada tahun-tahun yang lalu terdapat kasus bakso yang diberi formalin/borax untuk memperpanjang masa simpannya. Sudah seharusnya aparat pemerintah memberikan solusi supaya bakso tersebut dapat bertahan lama tanpa menggunakan formalin ataupun bahan-bahan kimia berbahaya lainnya. Salah satu solusinya yaitu dengan menambahkan putih telur ayam kampung ke dalam bakso sehingga dapat tidak menggunakan formalin kembali meskipun saat ini prosesnya belum bisa disebarluaskan karena berhubungan dengan rantai pasok yang belum terpecahkan. Kemudian produsen susu yang berasal Jepang yaitu Morinaga, dahulu Morinaga terbukti menyebabkan seorang bayi terlahir cacat dengan kedua tangan yang pendek. Tetapi perusahaan susu tersebut mau menerima kesalahannya dengan membiayai hidup bayi tersebut dan sadar akan kesalahan dan memperbaikinya, sehingga mampu menjadi produsen susu terkemuka yang bertahan hingga saat ini.

    Upaya Reduce sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari. Maksud saya adalah dalam pemanfaatan plastik setelah kita belanja di supermarket maupun pasar tradisional memang plastik sangat diperlukan. Tetapi kita harus sadar ataupun mengingatkan keluarga, teman maupun kerabat kita betapa pentingnya upaya pengurangan limbah berupa reduce dengan cara kita mengetahui terlebih dahulu ilmu tentang penanganan limbah dan kemudian mendiskusikan serta menginformasikan adanya bahaya limbah jika kita tidak sadar akan lingkungan di sekitar kita. Bila pada penanganan Limbah terdapat 3R, sedangkan pada manusia Caranya dengan 3M (Mulai dari diri sendiri-Mulai dari hal yang kecil-Mulai saat ini/ dari sekarang).

    Yang saya tanyakan adalah:
    1. Adakah alat buat penghancur Limbah Plastik?
    2. Dapatkah masyarakat menggunakan 3 M disamping 3 R dalam kaitannya dengan pengurangan Limbah (reduce)?

    -Terima Kasih, Wass-

    Posted by R. Nanda Noviandi Rizma | September 20, 2008, 3:38 pm
  12. resume mata kuliah teknik penanganan limbah. materi Reduce

    asslamualaikum…

    reduce dalam artian mengurangi konsumsi limbah dapat dengan cara reuse (dipergunakan kembali), maupun recycle (daur ulang) bisa dengan cara mengurangi konsumsi dari benda tersebut, maupun kuantitasnya itu sendiri.
    Manfaat reduce dalam kehidupan sehari-hari manusia yaitu sebagai berikut :
    1. Penyelamatan Sumber Daya Alam
    Bila semua limbah yang digunakan manusia terbuat dari plastik, maka akan terjadi penumpukan sampah plastik dimana-mana, sebab limbah plastik tidak dapat teruraikan oleh tanah, sehingga dengan semakin banyaknya sampah, maka dapat mencemari sumber daya alam yang ada di bumi terutama tanah dan air, karena tanah dan air merupakan sumber utama kehidupan di muka bumi ini.
    2. Mengurangi Limbah Beracun
    Dengan cara reduce ini juga dapat mengurangi limbah beracun khususnya di bidang pertanian. Karena kebanyakan petani banyak menggunakan pestisida, dan kita ketahui pula bahwa pestisida merupakan racun yang berbahaya bagi tubuh.
    3. Mengurangi Biaya
    Dengan mengurangi pemakaian limbah, kita dapat pula menghemat biaya.

    pengalaman saya di desa gandasoli purwakarta kecamatan plered banyak sekali sampah plastik yang menjadi keluhan masyarakat desa tersebut. maka diadakanlah program kerja mengurangi sampah plastik tersebut dengan cara dibuat sebagai kerajinan seperti tempat pensil dan kantong untuk belanja dengan cara dijahit dan alhamdulillah masyarakat desa sangat antusias sekali dengan program kknm ini dan saya semakin tertarik dengan mata kuliah teknik penanganan limbah ini memberikan banyak inspirasi….

    pa pertanyaan saya apakah ada alternatif pengganti sampah plastik ditengah-tengah masyarakat yang semakin banyak populasinya dan tidak dipungkiri lagi bahwa plastik sebagai bagian yang tidak dapat dipisahkan lagi dari kehidupan mereka apabila ditijau dari segi prinsip “reduce” dalam teknik pengolahan limbah ini???

    terima kasih…

    Posted by ichsan nurul hakim | September 20, 2008, 10:48 pm
  13. Reduce berarti : mengurangi. Secara umum dapat dilakukan dalam semua bidang. Baik dalam industri maupun rumah tangga. Mengurangi dapat dilakukan dengan mengurangi kuantitas (jumlahnya), kontinuitas (pemakaiannya) dan waktu. Sebenarnya banyak yang dapat kita lakukan untuk mengurangi seperti berbelanja dengan menggunakan kantong sendiri sehingga tidak memerlukan kantong plastik setiap berbelanja. Lalu membawa tempat minum sendiri, sehingga mengurangi produksi minuman plastik. plastik sebenarnya dapat didaur ulang. namun karena volumenya yang berlebihan, seringkali menjadi kendala dalam penanganna sampah. Manfaat mengurangi sendiri adalah : melakukan penyelamatan sumber daya alam yaitu tanah dan air, mengurangi racun (toxic) dan mengurangi biaya. Tanah dan air adalah sumber daya alam yang sudah tersedia dan dapat digunakan oleh semua manusia. Namun sumberdaya alam ini harus diolah agar tetap terjaga kualitasnya. Sehingga dapat digunakan untuk generasi berikutnya. Banyaknya sampah yang tidak dapat didaur ulang akan menyebabkan penimbunan sampah yang dapat berubah menjadi racun. Racun ini dapat mnyebar dan merusak kesehatan lingkungan. Manfaat terakhir yaitu mengurangi biaya merupakan salah satu keuntungan yang lumayan berarti bagi pebisnis. Dimana saat biaya produksi menurun, keuntungan dari hasil produksi akan ditambah dengan pengurangan biaya produksi tersebut. Bahkan dapat memberikan penurunan harga produk bagi konsumen, sehingga konsumen pun diuntungkan. Sebenarnya usaha reduce ini sudah banyak dicetuskan, namun tidak adanya tindak lanjut dari pemerintah membuat masyarakat tidak peduli dengan hal ini. Masalah sampah merupakan masalah yang sudah diributkan dari dahulu. Misalnya sampah wilayah Bandung yang sempat menumpuk di sepnjang jalan keluar tol Moh. Toha. Sungguh memalukan memamg. bandung terkenal dengan Bandung bermartabat. namun faktor kebersihannya benar2 tidak nyata. Jika dimulai dari sekarang diterapkan hidup reuse, reduce dan recycle masih belum terlambat bagi kita semua untuk mengurangi ,masalah sampah…
    Sebenarnya perlu sekali dilakukan penyuluhan dan pengetahuan akan reuse, reduce dan recycle. jadi negara Indonesia akan menjadi negara yang dapat mengurangi jumlah sampah..

    Posted by Rebeka_lasria | September 21, 2008, 3:11 pm
  14. Reduce berarti mengurangi kuantitas, kontinuitas, maupun waktu pemakaian suatu barang/sumber daya/bahan kimia berbahaya. tindakan reduce ini sebenarnya tidak terlalu sulit untuk dilakukan karena sangat dekat hubunganya dengan kegiatan kita sehari hari. dimana kita selalu menggunakan bahan bahan anorganik yang terlalu berlebihan sehingga merusaki kestabilan alam terutama tanah. limbah yang biasa direduce biasanya berupa bahan bahan kimia yang tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme seperti plastik, kertas dan bahan anorganik lainya.

    Posted by rizky destial | September 21, 2008, 3:45 pm
  15. assalamuallaikum wr.wb..

    Reduce adalah sebuah tindakan mengurangi limbah dengan cara reuse (guna ulang) atau bisa dengan recycle (daur ulang).. didaerah bantargebang ada tumpukan sampah yang tidak dapat direduce dan hal tersebut merupakan masalah yang sangat besar.. akan tetapi disisi laen sampah tersebut juga merupakan mata pencarian sebagian masyarakat yang hidup didaerah tersebut,… bagaimana tanggapan bapak tentang daerah bantargebang tersebut?

    Posted by hari madrid F | September 21, 2008, 8:35 pm
  16. Reduce merupakan salah satu cara untuk menanggulangi masalah limbah dengan menggunakan prinsip mengurungai pemakaian bahan-bahan yang berbahaya bagi lingkungan hidup, sehingga dapat meyelamatkan SDA seperti tanah dan air.Jika limbah non-organik dibuang ke tanah dan hanyut kesumngai maka akan terjadi pencemaran lingkungan yang membuat tanah dan air menjadi toksik bagi yang mengguanakannya baik secara langsung maupun tidak langsung. Dari tindakan tersebut maka harus adanya pengurangan dari segi biaya, karena tidak ada artinya jika pengolahan limbah hanya menghasilkan pembengkakan dana.

    ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk keberhasilan program reduce ini,yaitu:
    Komunitas, sebagai kelompok yang terjun langsung sebagai pengolah limbah..
    pebisnis, sebagai pihak yang memproduksi barang yang akan dilempar ke masyarakat.jika barang tersebut dapat mengurangi limbah maka konsumen akan aman jika mengkonsumsinya
    konsumen, sebagai pihak penikmat barang.konsumen perlu adanya rasa aman dari banrang yang dibelinya agar tidak berdampak pada dirinya atauypun lingkungannya..

    sepengetahuan saya jika melihat permasalahan sampah terutama dikota bandung ini tidak adanya sebuah sistem yang padu antara komunitas, pebisnis, dan konsumen. Disatu sisi pebisnis hanya ingin untung dan disatu sisi lagi konsumen hanya ingin menikmatinya dengan harga murah tak peduli apakah pembungkusnya atau kandungannya berbahaya bagi dirinya maupun lingkungannya..

    Jadi masih perlu adanya kesadaran antar masing-masing pihak tentang konsep 3R ini. Karena konsep ini merupakan sebuah siklus dimana jika ada satu komponen yang rusak maka akan berimbas pada komponen lainnya dan akan terus begitu samapai ada yang bisa memutusnya.

    Posted by Eko Djoko Prabowo | September 22, 2008, 10:36 am
  17. Ela Fitriana

    Resume pengolahan limbah 2 (reduce)

    Salah satu pengolahan limbah yaitu dengan reduce, sebuah tindakan mengurangi limbah dengan cara reuse atau recycle. Dengan reduce, limbah dapat dimanfaatkan kembali atau memiliki nilai jual serta dapat menjaga lingkungan sekitar. Prinsip reduksi ini memberikan manfaat besar dalam upaya:
    1.Penyelamatan Sumber Daya Alam, limbah yang masuk ke alam memiliki sebuah daur hidup (life cycle) dimana tidak semua bahan dapat terdegradasi di alam terutama dalam tanah.
    2.Mengurangi Limbah Beracun, hal ini sangat penting artinya, sebuah tindakan dimana memilih atau menggunakan zat tidak beracun atau memiliki kadar racun yang rendah.
    3.Mengurangi Biaya, dari semua tindakan reduksi harus bisa berdampak kepada pengurangan biaya. Tidak ada artinya melakukan reduksi limbah tetapi disisi lain ongkos produksi semakin mahal bahkan menyebabkan overhead yang semakin besar. Reduksi limbah setidaknya harus berdampak pada efisiensi ekonomis, kegiatan bisnis, sekolah, dan yang terpenting adalah konsumen.
    Ada tiga kelompok yang harus diperhatikan dalam usaha menikmati hasil dari reduksi limbah;
    Komunitas
    sebuah kelompok, penduduk, atau oraganisasi yang menerapkan sistem reduksi limbah.
    Pebisnis
    Sangat penting jika sektor bisnis bisa malakukan reduksi limbah dengan biaya yang sangat murah. Saat pengusaha bisa melakukan pengurangan limbah tentunya akan berdampak pada harga pokok penjualan (COGS – cost of good sold) sebuah produk.
    Konsumen
    Konsumen bisa membeli sebuah produk dengan harga murah akibat pertukaran bahan baku yang ramah lingkungan dan keselamatan konsumen terhadap penggunaan produk akan menjadi sebuah jaminan kualitas produk.

    komentar
    Saya pernah melihat tayangan di televisi swasta yaitu sekelompok ibu rumah tangga di daerah Bandung yang merasa risih lingkungannya kotor, berinisiatif mendaur ulang sampah-sampah plastik dan menjadikannya sebagai barang yang dapat dipakai lagi yaitu berupa payung, tas, taplak meja, bunga, hiasan dinding dan lain-lain.
    Barang-barang tersebut terbuat dari plastik bekas deterjen, sedotan, sabun cuci, air mineral. Pertama sampah dipilih sesuai warna, dibersihkan kemudian dijahit (payung dan tas), untuk hiasan dinding dan taplak meja, sedotan dilipat-lipat sehingga menyerupai bentuk bunga atau segitiga kemudian dirangkai menjadi satu, sedangkan sampah bekas air mineral dipotong dan dibentuk sehingga menyerupai tanaman bunga kemudian dicat.
    Kekreatifan dan kepedulian ibu-ibu itu pada lingkungan tidak sebanding dengan harga produk daur ulang tersebut, dan lebih disayangkan produk-produk tersebut tidak diminati konsumen, banyak konsumen yang mengatakan ”sampah aja dijual”. Padahal kualitas barang daur ulang ini sama seperti barang buatan toko, hanya saja bahan baku yang berasal dari sampah.
    Miris sekali mengetahui hal tersebut, padahal kekratifan ibu-ibu itu dapat menjaga lingkungan serta dapat mengurangi pengangguran. Apabila kegiatan ibu-ibu diatas ditiru oleh beberapa ibu yang ada di daerah lain kemungkinan Indonesia akan lebih bersih, indah, dan asri serta dapat mengurangi pengangguran yang semakin meningkat.
    Saya mau tanya pak, bagaimana cara memasarkan produk daur ulang sampah sehingga dapat diterima oleh masyarakat luas? Bagaimana caranya agar orang dapat diajak untuk dapat menjaga lingkungannya?

    Posted by ela fitriana | September 22, 2008, 11:21 am
  18. Reduce termasuk ke dalam 3R yang sering dibincangkan oleh masyarakat pencinta lingkungan. 3R tersebut yaitu : Reduce, Reuse dan Recycle, tetapi ada juga yang menambahkan Repair sehingga menjadi 4R.
    Reduce berarti kita mengurangi penggunaan bahan-bahan yang bisa merusak lingkungan. Reduce juga berarti mengurangi belanja barang-barang yang anda tidak “terlalu” butuhkan seperti baju baru, aksesoris tambahan atau apa pun yang intinya adalah pengurangan kebutuhan. Kurangi juga penggunaan kertas tissue dengan sapu tangan, kurangi penggunaan kertas di kantor dengan print preview sebelum mencetak agar tidak salah, baca koran online, dan lainnya.

    Beberapa manfaat yang dapat diambil dari proses reduce, yaitu :
    1. Penyelamatan SDA, limbah yang masuk ke alam memiliki sebuah daur hidup (life cycle) dimana tidak semua bahan dapat terdegradasi di alam terutama dalam tanah.
    Sebagai contoh, Orang membeli gado-gado untuk dibungkus. Jangan minta plastik berlebihan. Kalau rumah orang tersebut dekat, mengapa tak tenteng bungkusan gado-gado tadi tanpa plastik. Ingat, plastik adalah bahan yang sangat sulit diurai tanah. Mikroba yang ada dalam tanah tak akan mampu merusak plastik dalam jangka waktu cepat. Coba perhatikan jika kita mencangkul tanah dan ada plastiknya, pasti plastik itu tak rusak.

    Mengurangi pemakaian energi yang berlebihan. Gunakan moda transportasi umum, sepeda, atau berjalan kaki jika ingin ke pasar, restoran atau sekedar belanja ke toko di muka kompleks. Jangan sebentar-bentar mengeluarkan motor atau mobil hanya untuk menjangkau tempat-tempat yang relatif dekat. Bersepeda atau berjalan kaki jelas lebih sehat ketimbang harus duduk diam di atas kendaraan.

    2. Mengurangi Limbah Beracun (toxic), hal ini sangat penting pada saat sekarang ini dimana sudah banyak bahan dan limbah kimia yang mencemari lingkungan.

    3. Mengurangi biaya, adapun pihak-pihak yang diuntungkan yaitu :
    - Komunitas, karena dengan adanya suatu pengurangan misalnya energi bahan bakar pada suatu kelompok dikurangi maka bahan bakar yang digunakan ataupun dibeli akan berkurang.
    - Pebisnis, karena dengan adanya reduksi maka biaya produksi yang digunakan akan hemat dan juga pencemaran terhadap lingkungan akan berkurang
    - Konsumen, keamanan terhadap kesehatan akan terjamin dengan penggunaan bahan-bahan yang kandungan kimianya rendah.

    Banyak orang yang merasa sulit untuk menjaga lingkungan hidup. Bahkan banyak yang menganggap, menjaga lingkungan itu cuma tugas pemerintah. Jelas pemikiran ini salah arah.

    Coba pikir, jika kita mengotori lingkungan rumah, siapa yang paling merasa risi? Tentu penghuni rumah itu sendiri bukan? Bukankah pak RT tak ikut-ikut mengurusi rumah Anda yang kotor? Berharap terlalu banyak pada pemerintah juga malah akan membuat kita putus asa.

    Nah, semua sebetulnya bisa dimulai dari diri kita sendiri. Dapat dilakukan dengan proses reduce seperti yang sudah disebutkan di atas.

    Komentar:
    Pak, saya pernah mendengar ada suatu produk tas yang dibuat dari bahan kantong plastik (kresek) akan tetapi harga yang dipasarkan menurut saya cukup mahal. Setelah ditanyakan ternyata yang membuat mahal itu adalah ide(kreasi) dari model tas dan pembuatan yang manual menggunakan hand made.
    yang mau saya tanyakan:
    1. Apakah wajar suatu produk daur ulang dipasarkan dengan harga cukup mahal, bahkan hampir sama dengan harga tas dengan bahan baru?
    2. Apakah ada suatu perusahaan yang maju karena menggunakan bahan-bahan yang di daur ulang?

    Terima kasih, pak

    Posted by Usman Nurhakim | September 22, 2008, 12:30 pm
  19. Langkah awal untuk bisa mengatasi kerusakan lingkungan akibat limbah yaitu dengan cara reduce dalam arti mengurangi atau mereduksi limbah yang di keluarkan akibat sebuah proses produksi. Reduce adalah sebuah tindakan mengurangi limbah dengan cara reuse (guna ulang) atau bisa dengan recycle (daur ulang). Contoh yang sering dikenal menggunakan sistem ini adalah Municipality Solid Waste (MSW) atau sampah perkotaan.
    Beberapa manfaat apabila kita menerapkan prinsip reduce ini, adalah :
    1. Penyelamatan Sumber Daya Alam, Contohnya sampah plastik, bisa ratusan tahun sampah ini terurai dalam tanah. Berbeda sekali dengan sampah organik yang bisa cepat terurai dalam tanah.
    2. Mengurangi Limbah Beracun, Contohnya dengan mengurangi pestisida dalam mengatasi masalah hama pada tumbuhan. Saat ini banyak sekali tanaman organik yang tidak menggunakan pestisida, tetapi memanfaatkan predator serangga dan diversifikasi tanaman pada satu wilayah.
    3. Mengurangi Biaya, dari semua tindakan reduksi harus bisa berdampak kepada pengurangan biaya. Reduksi limbah setidaknya harus berdampak pada efisiensi ekonomis, kegiatan bisnis, sekolah, dan yang terpenting adalah konsumen.
    Ada tiga kelompok yang harus diperhatikan dalam usaha menikmati hasil dari reduksi limbah;
    • Komunitas, kominitas disini bisa sebuah kelompok, penduduk, atau organisasi yang menerapkan sistem reduksi limbah.
    • Pebisnis, misalnya Petani yang juga sebagai pengusaha, mengganti pupuk kimia dengan kompos, tentunya biaya produksi akan jauh lebih murah dibandingkan dengan menggunakan pupuk kimia. Disamping itu kegiatan ini akan mengurangi mencemaran air dan tanah pada lahan yang akan di tanam.
    • Konsumen, konsumen bisa membeli sebuah produk dengan harga murah akibat pertukaran bahan baku yang ramah lingkungan. Tidak hanya itu, keselamatan konsumen terhadap penggunaan produk akan menjadi sebuah jaminan kualitas produk. Contohnya, produk yang menempelkan tanda ecolebelling atau jaminan ISO 14000.
    Komentar
    Pada tahun 1996, Indonesia sudah pernah mengimpor limbah dari Australia, berupa: 2.417 ton limbah timah bekas, 105 ton aki bekas, dan 29.500 buah baterai bekas. Pada tahun 1998, sebanyak 91 kontainer sampah plastik impor, dimana separuh daripadanya mengandung limbah B3, tertahan di pelabuhan Tanjung Priok sebagai barang ilegal.
    Menyikapi permasalahan limbah B3 yang dampaknya sangat berpotensi mengganggu lingkungan hidup dan kesehatan manusia, maka Kementerian Negara Lingkungan Hidup mempunyai kebijakan mendorong kegiatan pemanfaatan limbah B3 tersebut melalui prinsip 3R. Keuntungan yang didapat dengan mendorong pemanfaatan limbah B3 adalah: (i) Berkurangnya dampak negatif dan kerusakan lingkungan karena mengurangi limbah secara signifikan, serta luas area yang akan dijadikan untuk landfill (area penimbunan limbah B3), (ii) Menghemat penggunaan sumber daya alam. Penghematan ini juga secara tidak langsung mengurangi dampak terhadap lingkungan dikarenakan mengurangi atau memotong rangkaian kegiatan pengadaan SDA sebagai bahan baku.
    Menurut bapak bagaimana cara pemerintah dalam menerapkan Prinsin 3R untuk menangulangi Permasalahan limbah B3 tersebut?

    Posted by Ruri Fatma Annisa | September 22, 2008, 2:16 pm
  20. Resume dari Materi Teknik Pengelolaan Limbah ke-2: Reduce
    langkah awal untuk bisa mengatasi kerusakan lingkungan akibat limbah dengan cara Reduce dalam arti mengurangi atau mereduksi limbah yang di keluarkan akibat sebuah proses produksi.
    Reduce adalah sebuah tindakan mengurangi limbah dengan cara reuse (guna ulang) atau bisa dengan recycle (daur ulang). Contoh yang sering dikenal menggunakan sistem ini adalah Municipality Solid Waste (MSW) atau sampah perkotaan.
    Prinsip reduksi ini memberikan manfaat besar dalam upaya:
    -Penyelamatan Sumber Daya Alam, limbah yang masuk ke alam memiliki sebuah daur hidup (life cycle) dimana tidak semua bahan dapat terdegradasi di alam terutama dalam tanah
    -Mengurangi Limbah Beracun, hal ini sangat penting artinya, sebuah tindakan dimana memilih atau menggunakan zat tidak beracun atau memiliki kadar racun yang rendah
    -Mengurangi Biaya, dari semua tindakan reduksi harus bisa berdampak kepada pengurangan biaya. Tidak ada artinya melakukan reduksi limbah tetapi disisi lain ongkos produksi semakin mahal bahkan menyebabkan overhead yang semakin besar. Reduksi limbah setidaknya harus berdampak pada efisiensi ekonomis, kegiatan bisnis, sekolah, dan yang terpenting adalah konsumen.

    Di dalam masyarakat menggunakan kantung plastik adalah hal yang biasa, dengan menggunakan kantung plastik barang yang di bawa akan lebih praktis, pertanyaan saya bagai mana cara mengurangi penggunaan kantong plastik sedangkan kebutuhan atau penggunaan kantung plastik semakin meningkat.

    Terimakasih

    Posted by Tuti Anggraini | September 22, 2008, 3:15 pm
  21. Dalam menangani limbah terdapat beberapa cara guna mengatasi permasalahan yang terjadi. Salah satunya adalah Reduce, tindakan mengurangi limbah. Dalam hal ini yang harus dikurangi adalah kuantitas, kontinuitas, dan waktu.
    1. Kuantitas
    Dalam hal ini, seberapa banyak sampah (limbah) yang dapat dikurangi penggunaannya. Katakanlah pada satu RT terdapat 30 KK, dimana setiap keluarga mampu menghasilkan sampah sebesar 1 kg setiap harinya. Maka, dalam satu hari saja mampu menghasilkan 30 kg dan dalam satu bulan akan menghasilkan 900 kg sampah. Andaikan setiap keluarga mampu mengurangi sampah RT mereka hingga 1/2 kg saja, maka sampah yang dihasilkan hanya sebesar 450 kg saja setiap bulannya.
    2. Kontinuitas
    Dalam hal ini, seberapa sering sampah yang dihasilkan. Andaikan dalam hal ini setiap rumah tangga ‘sering’ membuat sampah, rubahlah kebiasaan tersebut menjadi ‘jarang’ dalam membuat sampah. Dengan hal ini, maka jumlah sampah dapat dikurangi keberadaannya.
    3. Waktu
    Dalam hal ini, dalam tempo berapa lama dapat menghasilkan limbah. Jika kita terbiasa setiap hari membuat sampah, maka rubahlah ‘setiap hari’ itu menjadi ‘tiga hari’. Namun dalam hal ini kuantitasnya pun perlu diperhatikan, jangan sampai ‘tiga hari’ tersebut merupakan akumulasi sampah yang dihasilkan setiap harinya.
    Keuntungan dari prinsip reduce ini antara lain:
    1. Mampu menyelamatkan sumber daya alam, dimana dalam hal ini tidak semua sampah dapat diurai secara cepat. Jika sampah tersebut merupakan sampah organik, maka tidak akan menjadi masalah sebab dapat secara langsung terurai. Namun jika bukan sampah organik, besi dan plastik misalnya, maka dapat terurai setelah puluhan dan ratusan tahun.
    2. Mampu mengurangi toxic (racun), dimana setiap benda yang menjadi sampah lama-kelamaan dapat menyebabkan kerusakan tanah. Jika sampah/limbah tersebut terkena hujan dan air dari hujan tersebut meresap ke dalam tanah, maka akan berakibat merusak tanah.
    3. Mampu mengurangi biaya, dimana produksi benda-benda yang cenderung menjadi sampah akan menurun sehingga berimbas pada penurunan ongkos produksi.
    Dari ketiga hal tersebut, maka setidaknya ada tiga target kelompok yang dapat menikmati hasilnya, yaitu komunitas, pebisnis, dan konsumen.

    Pak bagaimana jika tidak mampu mengurangi penggunaan barang, dimana prinsip reduce tidak akan berjalan, menggunakan alternatif pengganti bahan barang tersebut. Misalkan penggunaan selulase sebagai pengganti kertas dan yang lainnya. Bisa tidak pak terjadi terjadi di kita mengingat negara ini bukan negara maju?

    Posted by urip purwo nugroho | September 22, 2008, 3:35 pm
  22. pertama- tama saya mau mengucapkan maaf, karena saya tidak bisa mengikuti kuliah dari awal.
    pada awalnya saya tidak mengambil mata kuliah teknik pengolahan limbah, namun karena ada jadwal yang bentrok maka saya melakukan pkrs dan mengambil mata kuliah ini.

    reduce adalah sebuah tindakan guna mengurangi sampah yang di keluarkan akibat sebuah proses produksi, dengan cara 3R, yaitu Reduce, reuse, dan recycle.

    reduce (mengurangi), bisa berarti mengurangi produksi sampah itu sendiri, ataupun mengurangi sampah yang telah ada. jadi pada intinya untuk mengurangi sampah, kiita hidup di dunia ini haruslah hemat dan jangan berlebih. apabila kita hidup boros maka jumlah limbah yang diproduksi akan sangat banyak, dan begitu pula sebaliknya.

    reuse (guna ulang), mengurangi membeli barang-barang baru, dan senantiasa untuk merawat barang-barang lama agar dapat digunakan dalam waktu yang lama, dan tidak mudah untuk membuangnya,

    recycle (daur ulang),mengurangi membuang barang yang tidak diperlukan, dan kalau bisa melakukan daur ulang pada barang yang tidak diperlukan
    sehingga menjadi sesuatu yang berguna

    Manfaat reduce limbah antara lain :
    1. Penyelamatan Sumber Daya Alam
    2. Mengurangi Limbah Beracun
    3. Mengurangi Biaya

    Posted by Gilang Gumilar Nugraha | September 22, 2008, 4:00 pm
  23. Resume Kuliah Teknik Pengelolaan Limbah 2 – Reduce
    Perkembangan dan laju pertumbuhan yang pesat memicu munculnya industri-industri yang bersifat manufaktur maupun pertanian untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia yang bersifat egosentris. Pertumbuhan industri yang pesat berdampak pada meningkatnya jumlah limbah sebagai hasil proses produksi yang mengesampingkan factor lingkungan. Hal tersebut mengakibatkan pencemaran lingkungan yang sudah pasti menjadi masalah lingkungan. Untuk mengurangi limbah dapat dilakukan cara reuse (guna ulang) dan recycle (daur ulang).
    Prinsip reduksi ini memberikan manfaat besar dalam upaya :
    1. Penyelamatan Sumber Daya Alam, meliputi sumber daya tanah dan air. Limbah tidak dapat terdegradasi seluruhnya di dalam tanah. Contohnya sampah plastik yang membutuhkan waktu ratusan tahun untuk terurai dalam tanah. Untuk itu perlu dilakukan upaya untuk mengurangi penggunaan bahan plastik.
    2. Mengurangi Limbah Beracun, Contohnya dengan pengurangan penggunaan pestisida pada tanaman. Saat ini banyak dikembangkan tanaman-tanaman organic yang memanfaatkan serangga predator dan diversifikasi tanaman di suatu wilayah.
    3. Mengurangi Biaya, Reduksi limbah setidaknya harus berdampak pada efisiensi ekonomis, kegiatan bisnis, sekolah, dan yang terpenting adalah konsumen.
    Sedangkan kelompok yang harus diperhatikan dalam menikmati hasil reduksi limbah diantaranya adalah komunitas, pebisnis, dan konsumen.
    Komentar mengenai materi reduce :
    Pengurangan limbah yang mencemari lingkungan seperti limbah plastik dan limbah-limbah yang berbahaya bagi lingkungan lainnya sudah semestinya dilakukan untuk menanggulangi masalah lingkungan. Pencemaran lingkungan yang saat ini menjadi hal yang umum di setiap daerah, terutama kota-kota besar yang berpenduduk padat sangatlah mengganggu tidak hanya bagi kesehatan namun juga dari segi estetika.
    Tengoklah sungai-sungai yang kian keruh akibat pencemaran oleh limbah industri maupun limbah rumah tangga. Sangatlah ironi ! di tengah-tengah permasalahan kemiskinan yang dihadapi oleh sebagian besar penduduk kita, masyarakat terlalu apatis akan faktor lingkungan. Padahal bermula dari lingkungan lah kemudian akan menentukan factor kesehatan meskipun tidak sepenuhnya mempengaruhi. Untuk itu perlu dilakukan upaya reduce seperti dibuat tempat pembuangan akhir untuk menampung limbah rumah tangga tanpa membebani masyarakat kurang mampu, mengurangi pemakaian bahan plastik yang susah terdegradasi lingkungan, yang paling sederhana dengan membuang sampah pada tempatnya atau pengadaan teknologi di industri-industri untuk me- reuse dan me-recycle limbah industri sehingga limbah industri yang life cycle nya pendek dapat dikurangi jumlahnya. Semua dilakukan untuk mewujudkan lingkungan bersih sekaligus pelestarian sumber daya alam.

    Posted by Vidya Eka Y_P1A050055 | September 22, 2008, 7:19 pm
  24. Pengolahan limbah dapat dilakukan dengan menerapkan prinsip 3R, yaitu Reduce, Reuse, dan Recycle. Salah satu penerapan prinsip 3R tersebut adalah pengolahan pada limbah 3B (limbah bahan berbahaya dan beracun).
    macam2 limbah 3B, yaitu:
    1. limbah mudah meledak,
    2. limbah mudah terbakar
    3. limbah bersifat reaktif,
    4. limbah beracun,
    5. limbah menyebabkan infeksi, dan
    6. limbah bersifat korosif
    Untuk mengolah limbah ini sangatlah sulit, karena belum ada alat ataupun zat yang mampu mengolah dan menguraikan limbah tersebut. Cara yang paling mudah dan murah adalah dengan cara mengurangi kualitas dan kuantitas kandungan zat yang beracun dalam suatu proses produksi, seperti yang dilakukan oleh pihak Morinaga.

    pengolahan limbah 3B juga dapat dilakukan dengan cara me-recycle limbah 3B tersebut menjadi keluaran yang bermanfaat. Banyak penelitian yangt telah dilakukan untuk me-recycle limbah tersebut, salah satunya adalah penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari Universitas Pennsylvania USA. Para peneliti tersebut mampu memanfaatkan limbah beracun dari tambang batubara dan logam.
    Limbah batu bara mengandung bahan arsen, besi, tembaga, timbal atau cadmium. Limbah beracun tersebut mampu diuraikan menjadi komponen2 kimia yang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan listrik. Para peneliti membuat suatu prototipe alat yang dapat memisahkan unsur besi dengan zat terlarutnya dan melepaskan reaktor elektron. Biaya yang dikeluarkan memang sangat mahal dan listrik yang dihasilkan hanya mampu menghidupkan satu lampu saja. Namun hal ini merupakan suatu titik terang dan pengharapan bagi kita dalam menangani masalah limbah, terutama masalah limbah 3B.

    Posted by FITRI PUNDEN ASIH | September 22, 2008, 7:32 pm
  25. resumenya lupa,,,, pertanyaannya sudah diatas pak… nuhun…

    Salah satu pengolahan limbah yaitu dengan reduce, sebuah tindakan mengurangi limbah dengan cara reuse atau recycle. Dengan reduce, limbah dapat dimanfaatkan kembali atau memiliki nilai jual serta dapat menjaga lingkungan sekitar. Prinsip reduksi ini memberikan manfaat besar dalam upaya:
    1.Penyelamatan Sumber Daya Alam, limbah yang masuk ke alam memiliki sebuah daur hidup (life cycle) dimana tidak semua bahan dapat terdegradasi di alam terutama dalam tanah.
    2.Mengurangi Limbah Beracun, hal ini sangat penting artinya, sebuah tindakan dimana memilih atau menggunakan zat tidak beracun atau memiliki kadar racun yang rendah.
    3.Mengurangi Biaya, dari semua tindakan reduksi harus bisa berdampak kepada pengurangan biaya. Tidak ada artinya melakukan reduksi limbah tetapi disisi lain ongkos produksi semakin mahal bahkan menyebabkan overhead yang semakin besar. Reduksi limbah setidaknya harus berdampak pada efisiensi ekonomis, kegiatan bisnis, sekolah, dan yang terpenting adalah konsumen.

    Ada tiga kelompok yang harus diperhatikan dalam usaha menikmati hasil dari reduksi limbah;
    1. Komunitas
    sebuah kelompok, penduduk, atau oraganisasi yang menerapkan sistem reduksi limbah.
    2. Pebisnis
    Sangat penting jika sektor bisnis bisa malakukan reduksi limbah dengan biaya yang sangat murah. Saat pengusaha bisa melakukan pengurangan limbah tentunya akan berdampak pada harga pokok penjualan (COGS – cost of good sold) sebuah produk.
    3. Konsumen
    Konsumen bisa membeli sebuah produk dengan harga murah akibat pertukaran bahan baku yang ramah lingkungan dan keselamatan konsumen terhadap penggunaan produk akan menjadi sebuah jaminan kualitas produk

    3 cara dalam mengatasi masalah dalam menangani limbah.. yaitu :
    1. Kuantitas
    Dalam hal ini, seberapa banyak sampah (limbah) yang dapat dikurangi penggunaannya. Katakanlah pada satu RT terdapat 30 KK, dimana setiap keluarga mampu menghasilkan sampah sebesar 1 kg setiap harinya. Maka, dalam satu hari saja mampu menghasilkan 30 kg dan dalam satu bulan akan menghasilkan 900 kg sampah. Andaikan setiap keluarga mampu mengurangi sampah RT mereka hingga 1/2 kg saja, maka sampah yang dihasilkan hanya sebesar 450 kg saja setiap bulannya.
    2. Kontinuitas
    Dalam hal ini, seberapa sering sampah yang dihasilkan. Andaikan dalam hal ini setiap rumah tangga ’sering’ membuat sampah, rubahlah kebiasaan tersebut menjadi ‘jarang’ dalam membuat sampah. Dengan hal ini, maka jumlah sampah dapat dikurangi keberadaannya.
    3. Waktu
    Dalam hal ini, dalam tempo berapa lama dapat menghasilkan limbah. Jika kita terbiasa setiap hari membuat sampah, maka rubahlah ’setiap hari’ itu menjadi ‘tiga hari’. Namun dalam hal ini kuantitasnya pun perlu diperhatikan, jangan sampai ‘tiga hari’ tersebut merupakan akumulasi sampah yang dihasilkan setiap harinya.

    Posted by hari madrid F | September 22, 2008, 7:36 pm
  26. Seiring dengan perkembangan zaman jumlah kebutuhan manusia semakin bertambah seiring dengan jumlah penduduk di bumi ini. Hal tersebut dapat berdampak buruk bagi lingkungan. Selain sumber daya yang dibutuhkan manusia semakin berkurang, jumlah limbah yang dihasilkan pun semakin bertambah. Limbah yang dihasilkan berasal dari beberapa aspek diantaranya :
    1. limbah yang dihasilkan dari industri-industri
    2. limbah rumah tangga
    3. limbah pertanian
    Permasalahan tersebut berlangsung hingga saat ini dan semakin meningkat. Oleh karena itu tinggal bagaimanakah cara untuk menanggulanginya. Saat ini pemerintah telah menerapkan prinsip 3 R sebagai usaha untuk menanggulanginya. Prinsip 3 R tersebut adalah
    • Reduce adalah sebuah tindakan mengurangi limbah
    • Reuse (guna ulang)
    • Recycle (daur ulang).
    Langkah pertama yang dapat dilakukan adalah reduce yaitu mengurangi atau mereduksi limbah yang dihasilkan akibat suatu proses produksi baik itu dari industri, rumah tangga maupun pertanian. Prinsip reduksi ini dapat diterapkan dalam beberapa upaya untuk menanggulangi limbah dan keuntungan yang diperoleh adalah :
    1. Penyelamatan Sumber Daya Alam
    Upaya yang dapat dilakukan untuk menyelamatkan SDA adalah mamisahkan antara sampah organik dan anorganik, konservasi tanah dan air. Seperti kita ketahui bahwa limbah/ sampah ada yang dapat terdekomposisi kembali dan ada yang tidak. Selain itu upaya konservasi tanah dan air dapat mengurangi bahaya erosi yang terjadi. Salah satu bentuk konservasi tersebut adalah kawasan hutan lindung.
    2. Mengurangi limbah racun
    Limbah yang dihasilkan dari suatu proses produksi umumnya tidak luput dari kandungan bahan-bahan yang mengandung racun baik itu dalam jumlah yang sedikit maupun dalam jumlah yang besar. sebagai contoh pada bidang pertanian. Para petani saat ini masih banya yang menggunakan pupuk dan pestisida yang tidak sesuai dengan anjuran pemakaian khususnya pupuk dan pestisida dengan bahan anorganik.
    3. Mengurangi Biaya
    Ada tiga kelompok yang harus diperhatikan dalam usaha menikmati hasil dari reduksi limbah;
    1. Komunitas (kelompok, penduduk, atau organisasi yang menerapkan sistem reduksi limbah).
    2. Pebisnis (industri-industri)
    3. Konsumen
    Dengan penerapan sistem reduksi tersebut sudah pasti dapat mengurangi biaya sebagai contoh suatu industri yang mengurangi jumlah bahan baku yang mengandung racun pada proses produksinya. Hal tersebut akan berdampak langsung kepada konsumen atau komunitas, selain harga dari produk tersebut menjadi lebih murah, kesehatan dan kelestarian lingkungan dapat semakin terjaga.

    KOMENTAR
    Saya ingin bertanya, selain menerapkan prinsip 3R yaitu dengan cara mengurangi bahan-bahan yang mengandung racun adakah upaya lain yang dapat dilakukan khususnya industri untuk menjaga kondisi lingkungan dan melindungi konsumen?

    Terima kasih

    Posted by Okkeu Rochmayudi | September 22, 2008, 8:08 pm
  27. Asslamualaikum….

    Resume Kuliah 2 ( Reduce)
    Reduce merupakan proses pengolahan atau proses pengurarangan limbah. Pada prinsipnya pengolahan limbah terbagi menjadi 3 bagian yaitu, Reduce, Reuse dan Recyle. Reduce adalah proses pengurangan limbah. Pengurangan tersebut dalam artian dari segi kuantitas ataupun kontinuitas dari pencemaran limbah. Limbah yang dihasilkan baik dari produksi manufaktur atau pertanian dan sebagainya. Pengurangan limbah sangat berguna khususnya bagi penyelamatan sumber daya alam. Tanah merupakan salah satu sumber daya yang rusak akibat dari pencemara limbah tersebut.
    Telah kita ketahui bahwa tanah merupakan sumer daya yang sangat berpengaruh terhadap kehidupan umat manusia. Berbagai macam kegiatan yang dilakukan oleh manusia sebagian besar berhubungan dengan tanah. Tidak bisa dibayangkan apabila pencemaran terus menerus terjadi. Pencemaran yang demikian menyebabkan semakin parahnya kerusakan yang terjadi pada tanah. Untuk itu proses pengolahan limbah merupakan langkah yang tepat guna menyelamatkan sumber daya alam khususnya tanah dan air.
    Penyelamatan sumber daya alam merupakan salah satu prinsip utama dari reduce tersebut. Tanah umumnya mendaur ulang berbagai macam limbah. Namun limbah berupa plastik dan bahan lain yang sejenis bisa mengakibatkan kerusakan, dikarenakan proses daur ulang bahan tersebut terjadi dalam waktu yang sangat lama. Karena mikroorganisme didalam tanah sulit untuk mendaur ulang bahan tersebut. Itu artinya semakin banyak limbah berupa plastik atau bahan sejenis yang masuk kedalam tanah akan mengakibatkan semakin parahnya kerusakan yang terjadi terhadap tanah. Dampak yang paling berpengaruh akibat kerusakan tanah yaitu terhadap proses kegiatan sektor pertanian. Tanah yang tercemar limbah plastik menjadi tanah yang kurang atau tidak subur. Limbah tersebut akan menghambat laju infiltrasi atau proses masuknya air kedalam tanah. Dimana air merupakan kebutuhan yang paling utama tanaman.

    Komentar….
    Pak,,seperti dari resume saya paparkan diatas, limbah plastik dan sejenisnya merupakan limbah yang sangat merusak sumber daya tanah. Sebetulnya apakah di negara kita sudah ada proses pengolahan dari limbah tersebut seperti halnya di negara-negara maju yang lain??Selain langkah tersebut apakah ada langkah lain yang bisa mengurangi limbah dari bahan plastik??
    Sekian dan terima kasih…..
    Wassalam…

    Posted by Muhamad Rizal Nursidik | September 22, 2008, 8:40 pm
  28. Resume Materi Ke-2 “REDUCE”
    Ada 3 cara yang dapat dilakukan untuk menanggulangi limbah yang disebut dengan 3R,
    yaitu :
    1.Reduce (Pengurangan)
    2.Reuse (Penggunaan kembali)
    3.Recycle (Proses daur ulang)
    Reduce merupakan langkah pertama diantara ketiga cara itu. Reduce adalah mengurangi limbah hasil proses produksi. Dalam hal ini yang dikurangi adalah jumlah pemakaiannya, kontinuitas, dan kandungannya.
    Dalam pelaksanaan reduce ini, harus ada benefitnya dan memberi solusinya. Benefit dari adanya reduce ini adalah :
    1.Penyelamatan Sumber Daya Alam khususnya tanah dan air.
    Tanah dan air adalah sumber daya alam yang sudah tersedia dan sangat penting untuk kehidupan manusia. Untuk itu tanah dan air ini harus diolah agar tetap terjaga kualitasnya sehingga dapat digunakan untuk generasi berikutnya.
    Pada saat ini banyak sekali sampah plastik dimana-mana. Limbah plastik ini tidak dapat terurai oleh tanah akibatnya tanah akan tercemar. Ketersediaan tanah dan air akan mengalami masa kritis. Apabila tanah dan air tercemar, maka kehidupan di dunia ini pun akan tercemar. Karena tanah dan air merupakan sumber utama kehidupan. Untuk itu kita harus melakukan reduce terhadap limbah plastik.
    2.Mengurangi Toksik (racun).
    Misalnya dengan mengurangi penggunaan pestisida dan menggantinya dengan bahan organik yang aman bagi tubuh. Seperti telah kita ketahui bahwa pestisida merupakan racun bagi tubuh karena mengandung banyak bahan-bahan kimia yang berbahaya.
    3.Mengurangi Biaya
    Pada dasarnya reduce harus dapat mengurangi biaya produksi. Pihak yang diuntungkan antara lain :
    - Komunitas
    Misalnya warga suatu kompleks perumahan yang tidak perlu lagi membayar iuran pungutan sampah. Jika sampah-sampah rumah tangga tersebut diolah lagi menjadi kompos. Selain itu juga kompos tersebut bisa digunakan untuk tanaman.
    - Pebisnis
    Pebisnis akan diuntungkan karena dapat menurunkan biaya produksi.
    - Konsumen
    Jika biaya produksi turun, harga jual pun menjadi turun. Dalam hal ini konsumen akan sangat diuntungkan.
    Komentar :
    Masalah yang sangat besar sekarang ini adalah penggunaan plastik yang semakin banyak. Contohnya saja ”bread talk”. Untuk satu kue, mereka menggunakan satu plastik pembungkus. Bayangkan jika satu konsumen membeli lebih dari 10 kue. Akan ada 10 plastik pembungkus yang dipakai. Itu hanya baru satu konsumen. Apalah jadinya jika dalam satu hari, terdapat 50 konsumen yang datang. Akan ada berapa banyak lagi plastik yang akan dipakai.
    Untuk itu sebaiknya kita memulai dari diri sendiri. Kita niatkan dalam diri kita, untuk belajar menghemat penggunaan plastik dengan cara membawa satu kantong plastik dari rumah jika kita akan membeli makanan/minuman/suatu produk barang tertentu. Kita masukkan barang-barang yang kita beli kedalam kantong plastik yang kita bawa. Hal ini akan mengurangi pemborosan penggunaan plastik. Siapa lagi yang bisa mencegah ini semua selain dari diri kita sendiri.
    Masalah lainnya adalah semakin banyak jumlah sepeda motor. Karena sekarang ini banyak produsen-produsen yang menawarkan produk motornya dengan harga yang relatif murah. Cara pembayarannya pun kredit. Tanpa berpikir panjang itu akan membahayakan konsumennya. Dan dapat menyebabkan global warming. Jika semakin banyak jumlah sepeda motor, maka akan semakin banyak pula gas karbon monoksida yang dihasilkan. Dan itu akan sangat berbahaya bagi tubuh kita.
    Yang mau saya tanyakan :
    Bagaimana cara kita melakukan reduce dalam usaha mencegah banyaknya karbon monoksida yang dihasilkan dari sepeda motor tersebut? Di lain pihak kita tidak bisa memungkiri bahwa kebutuhan akan sepeda motor akan terus meningkat.
    Terima kasih Pak…

    Posted by Nur Fadlillah Fahmi | September 22, 2008, 8:54 pm
  29. “Reduce adalah sebuah tindakan mengurangi limbah dengan cara
    reuse (guna ulang) atau bisa dengan recycle (daur ulang).”
    Dari pernyataan tersebut saya memikirkan cara lain untuk mengurangi
    limbah seperti apa ya. Saya berpikir kearah kebiasaan masyarakat
    yang membuang sampah sembarangan. Seandainya semua masyarakat
    membuang sampah pada tempatnya dan pihak pemerintahan membuang
    sampahnya pada tempat yang layak, saya kira itu juga sudah termasuk
    salah satu upaya dalam mengurangi masalah limbah/sampah yang
    kita hadapi. Jika hal tersebut dapat terlaksana dengan baik, setidaknya
    masyarakat akan terhindar akan masalah tersumbatnya selokan,
    parit atau sungai gara-gara sampah. atau masyarakat akan terhindar dari
    masalah pandangan yang tidak sedap atau bau yang tidak enak karena
    sampah yang berserakan di sekitar lingkungan ini.
    Peran pemerintah juga sebenarnya sangat berpengaruh terhadap hal ini.
    Mengapa negara tetangga Malaysia bisa menerapkan peraturan denda jika
    membuang sampah sembarangan, sementara Indonesia tidak?
    Mangapa sebagian besar masyarakat Indonesia tidak peduli akan
    dampak dari pembuangan sampah sembarangan, walaupun dia seorang
    yang berpendidikan?
    Mengapa Indonesia selalu memiliki respon yang lambat terhadap suatu
    masalah, jika masalah tersebut belum memberikan dampak yang sinifikan?
    Mari kita mulai dari diri kita sendiri…
    Sadar akan kelangsungan bumi kita, buat anak cucu kita yang akan datang.
    Terimakasih…
    :-#

    Posted by Frianto Silalahi (P1A050164) | September 22, 2008, 9:16 pm
  30. Resume

    Reduce merupakan salah satu cara untuk mengolah limbah. Cara ini bisa dilakukan dengan cara mengurangi pemakaian suatu produk yang kiranya berpotensi merusak lingkungan, seperti plastik, styrofoam, zat kimia, dll. Atau dapat juga dengan cara mengurangi limbah dari hasil proses produksi tersebut. Selain itu, aksi reduce tersebut harus diikuti dengan adanya solusi yang konkrit.

    Prinsip reduce ini dapat diterapkan dalam beberapa upaya untuk menanganii limbah. Adapun keuntungan yang diperoleh adalah :
    1. Penyelamatan Sumber Daya Alam
    Dengan mengurangi pemakaian zat-zat berbahaya berarti kita ikut menyelamatkan bumi. Bisa dilihat pada kenyataannya saat ini, hampir semua daerah di Indonesia mempunyai masalah dengan sampah yang susah atau tidak bisa diolah kembali. Akibatnya sampah-sampah tersebut menumpuk dan mengganggu kenyamanan masyarakat sekitar.

    2. Mengurangi limbah racun
    Limbah yang dihasilkan dari suatu proses produksi biasanya mengandung racun baik itu dalam jumlah yang banyak maupun sedikit. Misalnya saja pada pemakaian pestisida yang dilakukan oleh para petani. Kebanyakan dari mereka tidak mengetahui dosis yang pas untuk pemakaianannya. Jika terlalu banyak pestisida yang disemprotkan, maka tanah akan menjadi rusak.

    3. Mengurangi Biaya
    Ada tiga kelompok yang harus diperhatikan dalam usaha menikmati hasil dari reduksi limbah;
    1. Komunitas
    2. Pebisnis
    3. Konsumen

    Sebenarnya konsep ini harus terus dijalankan dan harus diadakan penyuluhan atau penjelasan secara berkala. Karena apabila masyarakat tidak terlalu mengerti biasanya mereka akan pesimis dan tidak mau menjalankan program tersebut.

    Posted by Annisa Arianti Putri | September 22, 2008, 9:24 pm
  31. Resume kuliah Teknik Pengelolaan Limbah pertemuan ke 2
    Reduce merupakan sebuah tindakan untuk menanggulangi limbah dengan cara mengurangi penggunaan bahan-bahan yang selanjutnya bisa menjadi limbah.
    Alasan kenapa me-reduce sampah :
    1. Penyelamatan Sumber Daya Alam
    Untuk penyelamatan SDA meliputi :
    - Tanah
    - Air
    2. Mengurangi toxic
    3. Mengurangi biaya

    Comment :
    Limbah memang menjadi suatu masalah yang pelik, dimana penanganannya harus ada keikutsertaan dari semua pihak. Membaca pengalaman saudara Ramli ketika KKN sama dengan pengalaman KKN saya. Di Desa saya masalah sampah menjadi topik paling utama kami. Pada waktu itu kami mengusulkan untuk membuat tempat sampah dipinggir jalan, agar mudah dijangkau oleh mobil pengangkut sampah. Tapi usul kami tersebut tertunda karena dari pihak desanya sendiri belum ada anggaran untuk membuat tempat sampah tersebut, dan setelah setahun berlalu pun tempat sampah tersebut belum dibuat.
    Ya..setidaknya itu membuktikan bahwa penanggulangan limbah ini memang harus didukung oleh semua pihak, tidak bisa sebagian pihak saja.
    Saya pernah membaca artikel tentang penanggulangan sampah dengan mengubah limbah tersebut menjadi pakan ternak. Karena menurut penelitian, bahwa didalam limbah seperti daun pisang itu terdapat kandungan yang bisa dimanfaatkan untuk pakan ternak.
    Bagaimana menurut bapak?

    Posted by Cahyadi | September 22, 2008, 9:48 pm
  32. Limbah pada dasarnya merupakan bahan atau energi yang sudah tidak memungkinkan untuk dimanfaatkan lagi, sehingga “limbah” yang masih dapat diubah menjadi produk dikatakan sebagai “produk samping”.

    Mengubah limbah menjadi produk (waste to product) merupakan upaya pemanfaatan limbah suatu industri sebagai bahan baku bagi industri lainnya, yang sesuai dengan prinsip 3R. Konsep-konsep pengelolaan limbah saat ini telah bergeser dari pengolahan limbah (waste treatment) ke arah pencegahan timbulan limbah (waste prevention) dan pemanfaatan limbah menjadi produk (waste to product). Pengolahan limbah memerlukan biaya investasi dan operasi tinggi sehingga mengurangi keuntungan perusahaan. Pengolahan juga seringkali tidak memecahkan masalah lingkungan, karena pada beberapa proses pengolahan hanya memindahkan pencemar dari satu media (air) ke media (lain).

    Memperoleh hasil yang lebih dengan masukan berkurang dari semula merupakan sasaran berbagai kegiatan. Kegiatan industri menekankan untuk membuat produk yang berlebih. Dengan menggunakan sumberdaya seperti bahan baku, air dan energi sesedikit mungkin menuju nir limbah. Pencegahan pencemaran merupakan pendekatan pengelolaan mulai dari mencegah timbulan limbah langsung dari sumbernya, baik dari penyimpanan bahan maupun selama proses produksi.

    Melakukan kegiatan pencegahan pencemaran pada dasarnya melakukan penghematan tiga macam biaya langsung terkait dengan limbah, yaitu :
    a). biaya kehilangan bahan karena bahan baku tidak menjadi produk,
    b). biaya pengolahan limbah,
    c). biaya pembuangan.

    Bahan-baku yang hilang karena kebocoran dan kadaluwarsa berarti kerugian biaya akibat bahan baku tidak menjadi produk, selanjutnya bahan tersebut perlu biaya untuk pengolahan baik secara fisika, kimia maupun biologi, dan biaya untuk mengelola bahan yang terikat dalam bentuk limbah padat. Pencegahan pencemaran sebagai suatu strategi pengelolaan limbah industri mempunyai keuntungan baik secara ekonomi berupa penghematan biaya dan penambahan keuntungan, perbaikan kinerja lingkungan dan juga peningkatan kesehatan dan keselamatan kerja.

    Berbagai pendekatan pencegahan pencemaran dikenalkan oleh berbagai organisasi dan diterapkan sebagai program pengelolaan limbah industri. Produk ramah lingkungan berkaitan dengan kimia ramah lingkungan. Kimia ramah lingkungan (Green chemistry/ benign chemistry/ clean chemistry) merupakan tingkatan dasar.

    Produksi Bersih. Pada awalnya kimia ramah lingkungan hanya berkaitan dengan penggantian bahan yang berbahaya dan beracun menjadi kurang berbahaya dan beracun yang digunakan dalam suatu proses. Pengertian Kimia Ramah Lingkungan berkaitan dengan sintesis, proses, dan pemakaian bahan kimia yang dapat mencegah atau mengurangi resiko terhadap manusia maupun lingkungan (Anastas dan Williamson dalam Bishop, 2001).

    Pengertian lain dari Kimia Ramah Lingkungan yaitu mendesain bahan kimia sintesis yang menggunakan bahan berbahaya sesedikit mungkin dan limbah yang ditimbulkan menjadi minimal, memaksimalkan konversi reaksi, proses pada temperatur dan tekanan rendah, proses menggunakan bahan baku yang dapat diperbaharui, memperpendek jalan sintesis produk, dan limbah produk mudah terdegradasi.

    Hendaknya permasalahan limbah ini lebih dapat diperhatikan lagi oleh para pelaku industri dan juga pemerintah sebagai pengawas dan pelindung masyarakat.
    Karena jika permasalahan limbah ini hanya dianggap sebelah mata saja maka hal ini dapat menjadi permasalahan yang sangat krusial, karena membahayakan keselamatan makhluk hidup.

    Satu hal yang ingin saya tanyakan pak,mengenai masalah botol plastik pada kemasan minuman. Apakah benar bahwa botol tersebut tidaak dapat digunakan beruang kali?
    Karena menurut saya, jika tidak bisa maka sampah plastik yang dihasilkan akan semakin menumpuk sehingga tidak ramah lingkungan.
    Terima kasih pak.

    Posted by Ahmad Ramli resume2 | September 22, 2008, 10:03 pm
  33. reduce merupakan langkah mengurangi limbah dengan langkah reuse dan recycle. dengan menjalankan langkah reduce maka kita diharapkan dapat mengurangi beberapa faktor yang dapat memeberi nilai tambah bagi kita semua. dalam penggunaan reduce berarti kita harus dapat memberikan solusi atau jalan lain untuk khalayak agar tidak menggunakan barang itu kembali.reduce berarti mengurangi:
    1. Kuantitas.
    Kuantitas suatu barang yang tidak dapat di daur ulang atau dijadikan komoditas lain yang masih benialai jual. penggurangan kuantitas sampah plastik misalnya dapat dilakukan dengan cara membawa kantung blanja sendiri sewaktu belanja di pertokoan atau memilih makanan kemasan yang kemasannya tidak berlapis-lapis.
    2. kandungan.
    kandungan dari plastik misalnya, baru-baru ini terdapat penemuan kantung plastik yang sebagian bahannya terbuat dari ampas ketela, walaupun dengan ini penggunaan bahan plastik tetap digunakan. tetapi kantung plastik yang terbuat dari ampas ketela dan plastik dapat lebih cepat terurai oleh tanah.
    3. continuitas.
    continuitas atau keberlangsungan, bila ada pengganti kantung palstik dengan mutu sebanding atau lebih tetapi harga tetap terjangkau, saya yakin masyarakat akan berhenti menggunakan barang yang terbuat dari plastik.
    4. waktu.
    dengan menggunakan bahan yang yapat di daur ulang atau dapat digunakan kembali maka waktu yang digunakan untuk membuat bahan tersebut akan lebih pendek.
    keuntungan dari penggunaan reduce ini adalah
    1. penyelamatan SDA (khususnya untuk tanah dan air)
    bila tanah dan air telah tercemar maka kehidupan di muka bumi tidak akan berlangsung lebih lama lagi. karena itu dengan pengguanaan reduce diharapkan tanah dan air juga sumber daya lainnya dapat terselamatkan. dengan cara mengurangi penggunaan bahan yang dapat mencemari sumber daya alam kita, seperti plastik, zat-zat kimia yang merugikan, sterofoam, dll.
    2. mengurangi toxic atau racun
    racun tanpa disadari telah lama beredar bebas pada makanan yang selalu kita konsumsi, ini terjadi karena ketidaktahuan produsen bahwa zat yang digunakannya berbahaya dan keinginan untuk menambah keuntungan melalui pemakaian zat tersebut. karena itu diharapkan ada zat-zat yang lebih aman untuk digunakan tanpa merugikan produsen ataupun konsumen.
    3. megurangi biaya.
    biaya dalam hal ini, mengolah kembali limbah yang telah ada menjadi bahan yang lebih berguna atau berharga. seperti pada limbah rumah tangga, pembuatan kompos atau bokashi. limbah pabrik tahu dapat diolah menjadi pakan ternak. atau limbah plastik dapat dibuat kerajinan yang semuanya dapat dijual dan mengurangi sampah yang telah digunakan.

    comentar saya..
    menurut saya 3R ini tidak akan berjalan tanpa keinginan dari masyarakat itu sendiri untuk merubah pola hidupnya,,pertanyaan saya menurut bapak bagaimana caranya agar masyarakat sadar bahwa sistem 3R ini penting dilakukan?

    Posted by Lisna Mira Mustika | September 22, 2008, 10:30 pm
  34. Assalammu’alaikum..

    Resume:

    Pada dasarnya terdapat 3 prinsip dalam pengelolaan limbah, yaitu: Reduce (Pengurangan), Reuse (Penggunaan kembali), dan Recycle (Proses daur ulang).
    Langkah awal untuk bisa mengatasi kerusakan lingkungan akibat limbah, adalah dengan cara “Reduce” dalam arti mengurangi atau mereduksi limbah yang di keluarkan akibat sebuah proses produksi. Reduce adalah sebuah tindakan mengurangi limbah dengan cara reuse (guna ulang) atau bisa dengan recycle (daur ulang).

    Prinsip reduksi ini memberikan manfaat besar dalam upaya:

    1. Penyelamatan Sumber Daya Alam;
    Konservasi tanah,air, dan hutan..
    misal, sampah plastik yang dibuang ke dalam tanah sangat sulit terurai,bisa ratusan tahun sampah ini terurai dalam tanah. Berbeda sekali dengan sampah organik yang bisa cepat terurai dalam tanah.
    2. Mengurangi Limbah Beracun;
    seperti mengurangi pestisida pada tumbuhan dengan cara memanfaatkan predator serangga dan diversifikasi tanaman pada satu wilayah.
    3. Mengurangi Biaya;
    Reduksi limbah setidaknya harus berdampak pada efisiensi ekonomis, kegiatan bisnis, sekolah, dan yang terpenting adalah konsumen. Ada tiga kelompok yang harus diperhatikan dalam usaha menikmati hasil dari reduksi limbah;

    * Komunitas
    Limbah dari sebuah komunitas seharusnya tidak langsung dibuang,tetapi diolah terlebih dahulu sehingga bisa dimanfaatkan untuk komunitas tersebut.
    Misalnya pembuatan kompos dari sampah rumah tangga dari sebuah komplek perumahan. Limbah tidak langsung sampai ke tempat pembuangan akhir, akan tetapi diolah sehingga komposnya bisa dimanfaatkan untuk penghuni komplek perumahan itu sendiri.
    * Pebisnis
    Jika pengusaha bisa melakukan pengurangan limbah tentunya akan berdampak pada harga pokok penjualan (COGS – cost of good sold) sebuah produk. Misalnya Petani yang juga sebagai pengusaha, mengganti pupuk kimia dengan kompos, tentunya biaya produksi akan jauh lebih murah dibandingkan dengan menggunakan pupuk kimia. Disamping itu kegiatan ini akan mengurangi mencemaran air dan tanah pada lahan yang akan di tanam.
    * Konsumen
    konsumen bisa membeli sebuah produk dengan harga murah akibat pertukaran bahan baku yang ramah lingkungan. Tidak hanya itu, keselamatan konsumen terhadap penggunaan produk akan menjadi sebuah jaminan kualitas produk.

    Komentar:
    jika populasi meningkat,kebutuhan juga akan meningkat,maka limbah pun akan meningkat.. bagaimana jika kita semua tidak bisa mengurangi limbah?apakah ada penanganan lain?
    adakah cara lain mengurangi limbah plastik?selain didaur ulang atau mungkin dibakar,apabila limbah tersebut semakin banyak..
    apakah plastik yang didaur ulang dapat digunakan berkali-kali?maksudnya,setelah didaur ulang dan jadi plastik lagi lalu didaur ulang lagi,begitu seterusnya..

    Hatur nuhun Pak,,
    Wassalammu’alaikum..

    Posted by Mario Eprata | September 22, 2008, 11:39 pm
  35. Reduce berarti kita mengurangi penggunaan bahan-bahan yang bisa merusak lingkungan. Reduce juga berarti mengurangi belanja barang-barang yang anda tidak “terlalu” butuhkan seperti baju baru, aksesoris tambahan atau apa pun yang intinya adalah pengurangan kebutuhan. Kurangi juga penggunaan kertas tissue dengan sapu tangan, kurangi penggunaan kertas di kantor dengan print preview sebelum mencetak agar tidak salah, baca koran online, dan lainnya.

    Reduce (mengurang sampah) atau disebut juga precycling merupakan langkah pertama untuk mencegah penimbunan sampah. Sebisa mungkin lakukan minimalisasi barang atau material yang kita pergunakan. Semakin banyak kita menggunakan material, maka semakin banyak sampah yang dihasilkan

    Perkembangan dan laju pertumbuhan manusia semakin meningkat. Akibatnya kebutuhan manusia yang cenderung bersifat antroposentris telah memuci tumbuhnya berbagai jenis industri yang semata-mata hanya menopang kebutuhan manusia.

    Pertumbuhan industri yang semakin subur ini terus memacu jumlah pencemaran lingkungan yang disebakan oleh limbah yang dihasilkan oleh setiap industri. Mulai dari industri yang bersifat manufaktur hingga pertanian. Indonesia sebagai salah satu negara agraris sebenarnya bergantung pada kesuburan lahan yang akan di jadikan sebagai bidang tanam untuk para petani. Apa yang terjadi jika tanah yang akan di tanam tercemar?

    Sudah pasti sebuah pencemaran yang pada akhirnya menjadi permasalahan lingkungan hidup. Di Indonesia masalah lingkungan hidup berawal keinginan untuk melakukan pembangunan dengan dalil untuk pertumbuhan ekonomi akan tetapi mengabaikan faktor lingkungan. Ironisnya masalah lingkungan terkadang dijadikan penghambat pembangunan.
    Apapun itu dan apa masalahnya, langkah awal untuk bisa mengatasi kerusakan lingkungan akibat limbah dengan cara reduce dalam arti mengurangi atau mereduksi limbah yang di keluarkan akibat sebuah proses produksi.
    Reduce adalah sebuah tindakan mengurangi limbah dengan cara reuse (guna ulang) atau bisa dengan recycle (daur ulang). Contoh yang sering dikenal menggunakan sistem ini adalah Municipality Solid Waste (MSW) atau sampah perkotaan.

    Prinsip reduksi ini memberikan manfaat besar dalam upaya:
    1.Penyelamatan Sumber Daya Alam, limbah yang masuk ke alam memiliki sebuah daur hidup (life cycle) dimana tidak semua bahan dapat terdegradasi di alam terutama dalam tanah. Contohnya sampah plastik, bisa ratusan tahun sampah ini terurai dalam tanah. Berbeda sekali dengan sampah organik yang bisa cepat terurai dalam tanah.
    2.Mengurangi Limbah Beracun, hal ini sangat penting artinya, sebuah tindakan dimana memilih atau menggunakan zat tidak beracun atau memiliki kadar racun yang rendah. Contohnya dengan mengurangi pestisida dalam mengatasi masalah hama pada tumbuhan. Saat ini banyak sekali tanaman organik yang tidak menggunakan pestisida, tetapi memanfaatkan predator serangga dan diversifikasi tanaman pada satu wilayah.
    3.Mengurangi Biaya, dari semua tindakan reduksi harus bisa berdampak kepada pengurangan biaya. Tidak ada artinya melakukan reduksi limbah tetapi disisi lain ongkos produksi semakin mahal bahkan menyebabkan overhead yang semakin besar. Reduksi limbah setidaknya harus berdampak pada efisiensi ekonomis, kegiatan bisnis, sekolah, dan yang terpenting adalah konsumen. Ada tiga kelompok yang harus diperhatikan dalam usaha menikmati hasil dari reduksi limbah;
    Pertama Komunitas, kominitas disini bisa sebuah kelompok, penduduk, atau oraganisasi yang menerapkan sistem reduksi limbah. Misalnya pembuatan kompos dari sampah rumah tangga dari sebuah komplek perumahan. Limbah tidak langsung sampai ke tempat pembuangan akhir, akan tetapi diolah sehingga komposnya bisa dimanfaatkan untuk penghuni komplek perumahan itu sendiri.

    Pebisnis, Sangat penting jika sektor bisnis bisa malakukan reduksi limbah dengan biaya yang sangat murah. Saat pengusaha bisa melakukan pengurangan limbah tentunya akan berdampak pada harga pokok penjualan (COGS – cost of good sold) sebuah produk. Misalnya Petani yang juga sebagai pengusaha, mengganti pupuk kimia dengan kompos, tentunya biaya produksi akan jauh lebih murah dibandingkan dengan menggunakan pupuk kimia. Disamping itu kegiatan ini akan mengurangi mencemaran air dan tanah pada lahan yang akan di tanam.

    Konsumen, Seperti yang sudah saya jelaskan dengan malakukan reduksi limbah konsumen bisa membeli sebuah produk dengan harga murah akibat pertukaran bahan baku yang ramah lingkungan. Tidak hanya itu, keselamatan konsumen terhadap penggunaan produk akan menjadi sebuah jaminan kualitas produk.
    Bagaimana dengan Industri di Indonesia? Terutama dengan Industri pertanian di Indonesia? yang notabene bahwa Indonesia sebagai negara agraris. Pencemaran limbah di Indonesia dengan optimis masih bisa terselamatkan dengan sebuah kearifan budaya dalam pengelolaan sumber daya alam. Akan tetapi semua itu akan pupus jika sifat antroposentris masih dominan dalam pengembangan sebuah industri.

    Sampah berkontribusi terhadap pemanasan global dengan adanya pembuangan secara terbuka (open dumping) mengakibatkan gas-gas hasil pembusukan sampah seperti CH4 (metana) 55%, CO2 40% lain-lain 5 % langsung naik ke atas mengalahkan lapisan ozon yang menutupi bumi di atmosfer. Efeknya seperti kita berada di dalam mobil yang kacanya tertutup tanpa menggunakan AC di tengah terik matahari, kita akan merasa panas di dalam mobil.dimana udara di dalam mobil tidak dapat keluar tanpa kaca jendela mobil dibuka. Demikian juga bumi Jika gas2 ini dibiarkan bertambah banyak dan panasnya tidak dapat dipantulkan keluar bumi megakibatkan bumi makin panas. bagaimana menurut bapak tentang pernyataan tersebut????

    Posted by Rina Rosdiana | September 23, 2008, 4:56 am
  36. Perkuliahan kedua dibuka dengan penanganan limbah dengan menggunakan prinsip reduce, secara pengertian reduce berarti pengurangan baik secara fisik maupun secara kandungan bahan bahan yang merugikan alam sekitar. Pada prinsipnya terdapat beberapa keuntungan yang harus diperoleh dari reduce yaitu;
    1.Penyelamatan sumber daya alam, khususnya tanah dan air.
    Pada dasarnya kehidupan manusia tidak luput dari tanah dan air dimana tanah merupakan sumber dari segala sumber yang manusia butuhkan contohnya saja makanan, nutrisi dll, sedangkan air sedari lahir manusia membutuhkan air dalam perjalanan hidupnya.
    2.Mengurangi toksik (racun)
    Dengan melakukan kegiatan reduce terhadap limbah berarti secara tidak langsung kita mengurangi banyaknya racun yang akan terakumulasi dialam.
    3.Mengurangi biaya, terdapat beberapa pihak yang harus diuntungkan yaitu:
    Komunitas
    Pebinis
    Konsumen

    Pertanyaan:
    Dewasa ini banyak kelompok kelompok yang telah mensosialisasikan akan prinsip reduce kepada khayalak ramai, akan tetapi kebanyakan masyarakat saat ini telah terlena dan telah menjadi kebiasaan dalm mengkonsumsi sesuatu baik secara pangan maupun bahan yang lainnya dengan porsi yang agak berlebihan,untuk itu tidaklah mudah dalam mensosialisasikan gerakan 3R, oleh karena itu bangaimana kita mampu merubah pola pikir masyarakat agar mau mengikuti gerakan 3R dan menyelamatkan lingkungan, dilihat dari kenyataan keadaan masyarakat indonesia saat ini, dimana apabila hanya diterangkan akan manfaat yang tertera diatas maka mayoritas masyarakat saat ini tidak akan peduli akan prinsip 3R tersebut dan memilih mementingkan kepentingan diri sendiri.

    Posted by Endah Wisnu Murti | September 23, 2008, 5:00 am
  37. Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga, yang lebih dikenal sebagai sampah), yang kehadirannya pada suatu saat dan tempat tertentu tidak dikehendaki lingkungan karena tidak memiliki nilai ekonomis. Prinsip pengelolaan limbah tersebut sering dikenal dengan nama 3R, yaitu Reduce, Reuse, dan Recycle. Pengembangan lebih lanjut dalam sistem tersebut adalah sebuah sistem yang dikenal dengan konsep ekologi industri.
    Langkah awal untuk bisa mengatasi kerusakan lingkungan akibat limbah dengan cara “Reduce” dalam arti mengurangi atau mereduksi limbah yang di keluarkan akibat sebuah proses produksi. Atau dengan kata lain, Reduce adalah sebuah tindakan mengurangi limbah dengan cara reuse (guna ulang) atau bisa dengan recycle (daur ulang).
    Dalam penerapannya, ada 3 hal yang dapat kita reduce dalam usaha mengurangi limbah, yaitu:
    a.Kuantitas, yaitu jumlah produksi atau barang yang digunakan
    b.Kontinuitas, yaitu keberlangsungan dari penggunaan barang tersebut dengan mencoba mengalihkannya ke barang lain yang lebih baik
    c.Time, yaitu waktu.
    Bukanlah hal yang mudah bagi kita untuk mensosialisasikan dan menerapkan hal-hal diatas jika prinsip reduce sendiri tidak memberikan benefit atau keuntungan tertentu bagi masyarakat. Ada 3 kelompok masyarakat yang harus diperhatikan dalam usaha menikmati hasil dari reduksi limbah;
    Pertama Komunitas
    Yaitu: kelompok, penduduk, atau organisasi yang menerapkan sistem reduksi limbah.
    Mis. Dalam penanganan limbah komplek perumahan, limbah tidak langsung membuang ke TPA, tetapi diolah dan dimanfaatkan sebagai kompos.
    Pebisnis
    Yaitu: Pengusaha bisa melakukan pengurangan limbah tentunya akan berdampak pada harga pokok penjualan sebuah produk.

    Konsumen
    Dengan melakukan reduksi limbah, konsumen bisa membeli sebuah produk dengan harga murah akibat pertukaran bahan baku yang ramah lingkungan. Tidak hanya itu, keselamatan konsumen terhadap penggunaan produk akan menjadi sebuah jaminan kualitas produk.
    Sedangkan benefit dari reduce itu sendiri adalah sebagai berikut:
    1.Penyelamatan SDA
    Yang tergolong sebagai SDA yang sangat utama adalah tanah dan air. Tanah merupakan tempat berpijaknya seluruh makhluk hidup yang ada di muka bumi, sedangkan air adalah salah satu kebutuhan utama makhluk hidup.
    2.Mengurangi toxic
    Artinya, sebuah tindakan dimana memilih atau menggunakan zat tidak beracun atau memiliki kadar racun yang rendah.
    3.Mengurangi biaya
    Reduksi limbah setidaknya harus berdampak pada efisiensi ekonomis, harus bisa berdampak kepada pengurangan biaya. Tidak ada artinya melakukan reduksi limbah tetapi disisi lain ongkos produksi semakin mahal.

    Posted by R. Sity Adiaty | September 23, 2008, 5:07 am
  38. muhamad fahrizal
    P1A050129

    sudah saatnya bagi bangsa Indonesia untuk mengacu konsep “back to nature” atau kembali ke alam. ketika negara-negara maju yang notabene mereka ialah
    negara-negara berbasis industri sudah menerapkan konsep protokol kyoto (kecuali U.S.A) dalam usahanya untuk mengurangi dampak pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh limbah yang tak terkendali. selain itu juga untuk mengurangi dampak global warming yang semakin mengancam keselamatan bumi berikut penduduknya.
    oleh karena itu, salah satu penanganan limbah dengan sebuah tindakan mengurangi limbah dengan cara reuse (guna ulang) atau bisa dengan recycle (daur ulang).
    contoh kongkretnya yaitu dalam penggunaan kantung plastik. di negara Jepang sudah mulai diterapkan ketika para pendudukya pergi ke pasar, maka masing-masing dari mereka membawa membawa tas anyaman berukuran besar. tas tersebut diperuntukkan untuk membawa barang bawaan (belanjaan) yang diperoleh dari transaksi di Pasar. Hal tersebut merupakan langkah nyata positif yang seharusnya dilakukan juga di negara lainnya, karena seperti bahasan materi di atas bahwa limbah plastik diperlukan waktu ratusan tahun untuk bisa terurai dalam tanah. Berbeda sekali dengan sampah organik yang bisa cepat terurai dalam tanah.
    jadi sudah saatnya bagi kita menggunakan segala kebutuhan/keperluan hidup yang ramah lingkungan. Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Kalau bukan kita, siapa lagi?

    Posted by muhamad fahrizal | September 23, 2008, 5:46 am
  39. Resume Teknik Pengolahan Limbah 2: Reduce
    Ada 3 prinsip utama dalam pengelolaan limbah, yaitu reduce, reuse, dan recycle. Reduce adalah sebuah tindakan mengurangi limbah dengan cara reuse (guna ulang) atau bisa dengan recycle (daur ulang). Dari ketiga prinsip ini, tahapan yang paling awal dilakukan adalah reduce.
    Manfaat daripada prinsip reduksi adalah:
    1. Penyelamatan Sumber Daya Alam
    Pada dasarnya ada beberapa jenis sampah/limbah yang tidak dapat terdegradasi secara alami,seperti plastic misalnya, sehingga dengan mengurangi sampah-sampah seperti itu kita dapat mengurangi kerusakan yang diakibatkannya.
    2. Mengurangi Limbah Beracun,
    Prinsip reduce dapat juga mengurangi limbah beracun yang dampaknya biasanya pada bidang pertanian..
    3. Mengurangi Biaya,
    Reduksi limbah setidaknya harus berdampak pada efisiensi ekonomis, kegiatan bisnis, sekolah, dan yang terpenting adalah konsumen. Ada tiga kelompok yang harus diperhatikan dalam usaha menikmati hasil dari reduksi limbah;
    1) Komunitas
    Komunitas disini bisa sebuah kelompok, penduduk, atau oraganisasi yang menerapkan sistem reduksi limbah, dimana pemanfaatan limbah dilakukan oleh komunitas itu sendiri dan hasilnya pun dinikmati oleh komunitas itu sendiri.
    2) Pebisnis,
    Bagi pengusaha/pebisnis, mengurangi limbah dapat meningkatkan pendapatan yaitu dengan berkurangnya harga pokok penjualan
    3) Konsumen,
    Dampak dari prinsip reduksi limbah bagi konsumen adalah turunnya harga suatu produk/barang dan peningkatan kualitas keamanan dari produkyang dikonsumsinya.

    Komen Teknik Pengolahan Limbah 2: Reduce
    Prinsip reduce ini menurut saya adalah yang paling mudah dilakukan, dan dapat dimualai dari diri sendiri. Jadi menurut saya masalah sampah yang sedang kita hadapi saat ini adalah balik kepada kesadaran masyarakat dan dimulai dari diri sendiri. Hal ini dapat dilihat di Negara-negara maju dimana kesadaran masyarakat mereka sangat tinggi sehingga tidak pernah menemukan masalah sampah di lingkungan mereka. Jadi percuma saja mengetahui cara atupun prinsip pengholahan sampah/limbah ataupun memiliki teknologi yang canggih tanpa memiliki kesadaran akan kebersihan itu sendiri.

    Posted by Krisna Wibowo | September 23, 2008, 7:19 am
  40. REDUCE. Materi Ke 2
    Rangkuman
    Reduce dapat diartikan mengurangi. Mengurangi di sini dapat berupa mengurangi pemakaian listrik atau berhemat listrik, mengurangi bahan-bahan yang bersifat racun yang mana dapat mencemari lingkungan dan meninggalkan residu yang dapat meracuni manusia ataupun mencemari lingkungan. Tujuan dari reduce itu sendiri adalah agar bumi tidak tercemari.
    Keuntungan yang diperoleh dengan penerapan reduce antara lain :
    1. Terciptanya lingkungan dan manusia yang sehat.
    Dengan mengurangi pemakaian barang-barang maka hasil sampingan dari barang tersebut berupa sampah dapat di tekan dan juga dengan mengurangi pemakaian zat beracun maka residu yang ditimbulkan dari zat tersebut dapat berkurang sehingga manusia dan lingkungan akan sehat
    2. Mengurangi biaya
    Dengan mengurangi pemakaian barang, maka otomatis produksi barang tersebut akan berkurang sehingga penggunaan energi untuk pembuatan barang tersebut juga berkurang dan pengeluran biaya akan semakin hemat.
    Tips untuk menerapkan reduce dalam kehidupan sehari-hari :
    1. Pakailah barang-barang yang mempunyai kualitas yang tahan lama, karena dengan memakai barang yang tahan lama maka akan terjadi penghematan. Penghematan di sini dapat berupa penghematan energi, semakin sedikit barang yang di produksi maka makin sedikit pula energi yang dikeluarkan, baik itu energi listrik, bahan bakar Dll dan juga akan mengurangi sisa-sisa dari barang-barang yang mudah rusak.
    2. Ciptakanlah barang-barang yang membutuhkan sedikit bahan baku, tapi mempunyai ketahanan dan penghematan yang bagus, Dengan kualitas bahan yang tahan lama maka akan terjadi penghematan
    Komentar :
    hal yang paling baik yang bisa kita lakukan untuk planet ini adalah mengunakan sedikit dari apa yang ada padanya. Jangan digunakan terlalu berlebihan. Hal-hal yang berlebihan itu tidak baik.
    Mari kita ikut partisipasi , sebagai salah satu penghuni planet bumi yang semakin tua . Jangan sampai nantinya segala sesuatu hal yang tidak bisa diperbaruhi ataupun membutuhkan waktu yang lama untuk mendapatkannya (seperti : minyak bumi, sumber daya alam, dll) akan lenyap begitu saja tanpa sisa sedikitpun.
    Mari kita selamatkan bumi ini, dan terus kita galakkan 3 R dilingkungan terkecil kita, di mulai dari diri kita sendiri, yang kemudian bisa meluas seluruh dunia…

    maaf pak saya salah masukin komentar reduce 2 ke materi reduce 1.

    Posted by Unggul Pamungkas | September 23, 2008, 9:52 pm

Trackbacks/Pingbacks

  1. Pingback: Online Buku - Blog | e-Lecture | Industrial Engineering | Industrial Ecology | Industrial Economic | Environment | Agricultural | Soil and Water Engineering | Computer | e-Learning | Online Business | Writing | Culinary | Community | Home-Based Business - September 15, 2008

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: